Sabtu, 12 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

adiri KTT BRICS, Prabowo Bawa Agenda Strategis Ekonomi, Pangan, dan Energi

✍️ Admin 🕒 12 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India untuk menghadiri KTT ke-18 BRICS.
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India untuk menghadiri KTT ke-18 BRICS. Foto: Dok. Setneg

VISIONESIA.COM - Presiden Prabowo Subianto kembali membawa Indonesia ke panggung diplomasi global. Kali ini, New Delhi menjadi arena penting bagi Prabowo untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan internasional melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang berlangsung pada 12-13 September 2026.

Kehadiran Prabowo memiliki arti strategis karena Indonesia kini berstatus sebagai anggota penuh BRICS. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara anggota, sekaligus menyuarakan kepentingan nasional di tengah dinamika ekonomi dunia.

Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro melihat keterlibatan aktif Indonesia dalam forum internasional menunjukkan perubahan penting dalam arah diplomasi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, intensitas diplomasi luar negeri yang dilakukan Prabowo ikut membuat posisi Indonesia semakin diperhitungkan oleh negara-negara lain.

“Suka tidak suka harus diakui di era Presiden Prabowo Subianto saat ini Indonesia jauh lebih aktif berkiprah di kancah pergaulan internasional sehingga membuat Indonesia kian disegani dihormati negara-negara lain,” kata Bawono dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Bawono menilai keaktifan tersebut bukan semata-mata soal meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Lebih jauh, panggung internasional dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan nasional secara langsung.

Kehadiran Prabowo di KTT BRICS, misalnya, tidak hanya menjadi agenda diplomatik. Indonesia juga memiliki kepentingan strategis yang berkaitan dengan penguatan kerja sama ekonomi, pangan, energi hingga perdagangan.

Berbagai isu tersebut menjadi bagian penting dari upaya Indonesia mencari peluang kerja sama baru sekaligus memperkuat daya tawar di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

“Kepentingan nasional Indonesia selalu dibawa Presiden Prabowo di setiap kunjungan kenegaraan dan diplomasi di forum internasional agar lebih mudah diperjuangkan di level internasional,” lanjut Bawono.

Di sisi lain, semakin aktifnya Indonesia di berbagai forum multilateral juga dinilai dapat memberi kontribusi lebih luas. Indonesia tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi memiliki peluang untuk ikut mendorong agenda yang dianggap penting bagi negara-negara berkembang.

Dalam konteks BRICS, posisi Indonesia menjadi semakin strategis karena forum tersebut menawarkan ruang bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat kerja sama dan memperjuangkan kepentingan bersama dalam sistem ekonomi global.

Bawono menilai partisipasi aktif Indonesia pada akhirnya dapat ikut mendorong terbentuknya tata ekonomi dunia yang lebih berimbang dan memberikan ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

Dengan demikian, kehadiran Prabowo di New Delhi bukan sekadar agenda perjalanan luar negeri. KTT BRICS menjadi salah satu panggung untuk menunjukkan bahwa Indonesia ingin memainkan peran yang lebih aktif dalam menentukan arah kerja sama global sekaligus memastikan kepentingan nasional tetap menjadi bagian dari agenda diplomasi Indonesia.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update