Jumat, 02 Okt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Digitalisasi Kian Masif, 96,69 Persen Merchant QRIS Dikuasai UMKM

✍️ Admin 🕒 18 Sep 2026 👁️ 5x dibaca
Perwakilan manajemen berpose bersama di depan booth tematik dalam acara peluncuran promo ShopeePay QRIS yang digelar di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Perwakilan manajemen berpose bersama di depan booth tematik dalam acara peluncuran promo ShopeePay QRIS yang digelar di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Istimewa

VISIONESIA.COM - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini semakin mendarah daging dalam aktivitas transaksi masyarakat sehari-hari. Dominasi ini kian nyata setelah terungkap bahwa 96,69 persen dari total 45,46 juta merchant QRIS saat ini merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Fakta tersebut menjadi sorotan utama dalam diskusi bertajuk “Cara Baru Manfaatkan QRIS: Pengguna dan Pengusaha UMKM Pasti Untung” yang digelar di Jakarta, baru-baru ini.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Fitria Irmi Triswati, mengungkapkan bahwa perkembangan pesat ini merupakan bagian dari strategi besar membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, efisien, aman, dan terintegrasi.

“Saat ini, 96,69 persen dari 45,46 juta merchant QRIS merupakan UMKM. Angka ini menunjukkan bahwa manfaat digitalisasi pembayaran semakin luas dirasakan, termasuk bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam mendukung transaksi sehari-hari,” ujar Fitria.

Senada dengan hal tersebut, CEO sekaligus Editor in Chief Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, menilai bahwa QRIS telah berhasil mendekatkan diri dengan realitas kehidupan masyarakat. Kini, metode pembayaran digital tersebut tidak lagi eksklusif di pusat perbelanjaan besar, melainkan sudah merambah hingga ke warung-warung kelontong di sudut kota.

“Perkembangan QRIS menunjukkan bagaimana digitalisasi pembayaran semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Kini QRIS mudah ditemukan tidak hanya di merchant besar, tetapi juga di warung dan UMKM sekitar,” kata Ihsan.

Kemudahan ini turut dirasakan langsung oleh Mursid. Content creator sekaligus pengguna setia ShopeePay ini mengaku sangat terbantu dengan masifnya adopsi QRIS di berbagai daerah.

“Sekarang QRIS sudah semakin mudah ditemui di manapun. Tidak cuma di Cirebon tempat saya tinggal, tapi juga di kota-kota lainnya. Saya sering pakai untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan, ngopi, belanja di minimarket, sampai jajan di warung sekitar,” ungkap Mursid.

Seiring meluasnya adopsi QRIS, penyedia layanan pembayaran digital seperti ShopeePay terus memperkuat inovasi dan infrastrukturnya. Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, menegaskan bahwa kenyamanan transaksi wajib berjalan lurus dengan keamanan data dan dana pengguna.

“Value yang paling penting di sini adalah keamanan. Kami selalu improve, selalu review, dan melakukan tambahan layanan security secara berkala untuk memastikan layanan aplikasi ShopeePay bisa digunakan dengan aman di mana saja,” tegas Eka.

Tidak hanya di dalam negeri, fleksibilitas ShopeePay juga merambah kancah internasional berkat integrasi QRIS Antarnegara (cross-border). Eka menyebutkan bahwa layanan ini telah diuji cobanya langsung di beberapa negara tetangga.

“Saya pribadi beberapa kali sudah coba di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Semuanya bisa menggunakan aplikasi ShopeePay melalui QR nasional di sana,” terangnya. Fitur ini dinilai sangat membantu pelancong untuk mengurangi ketergantungan pada uang tunai fisik.

Guna mendongkrak transaksi domestik, ShopeePay juga menghadirkan program khusus bertajuk “Bayar QRIS Pasti Cashback s.d. Rp100.000” yang berlaku di berbagai lini merchant, mulai dari minimarket hingga UMKM. Pengguna juga diberikan fleksibilitas sumber dana, mulai dari saldo ShopeePay, SPayLater, SeaBank, hingga kartu kredit dan debit, lengkap dengan penawaran diskon hingga 50 persen di merchant tertentu selama periode kampanye.

Dari sisi teknologi, ShopeePay turut mengadopsi inovasi mutakhir dari Bank Indonesia, termasuk QRIS Tap berbasis Near-Field Communication (NFC) dan QRIS Antarnegara.

Dengan integrasi yang kian matang, QRIS bukan lagi sekadar alternatif pembayaran, melainkan fondasi utama pergeseran pola transaksi masyarakat modern sekaligus motor penggerak ekonomi digital UMKM nasional.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update