Kamis, 10 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Dukung Transisi Energi, PLN EPI Genjot Pemanfaatan Biomassa hingga 3,4 Juta Ton

✍️ Admin 🕒 10 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Tumpukan janggel atau tongkol jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa untuk mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Tumpukan janggel atau tongkol jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa untuk mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Foto: Dokumen PLN EPI

VISIONESIA.COM - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai bagian dari diversifikasi energi dan percepatan transisi energi nasional. Tahun ini, pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan PLN ditargetkan mencapai sekitar 3,4 juta ton, naik dari sekitar 2,5 juta ton pada tahun sebelumnya.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan peningkatan tersebut dilakukan melalui pengembangan ekosistem biomassa yang tidak hanya mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pencegahan deforestasi.

“Tahun lalu kami baru mencapai sekitar 2,5 juta ton. Tahun ini kami akan mencapai sekitar 3,4 juta ton biomassa untuk disediakan kepada seluruh perusahaan kami,” kata Hokkop dalam Panel Discussion #1: Driving Sustainable Forest Development through Biomass and Resilient Forest Management, bagian dari Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Forestry Industry Session di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Hokkop, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, tetapi belum seluruhnya dimanfaatkan. Berdasarkan data yang dihimpun PLN EPI bersama pelaku industri, potensi biomassa dari sektor industri mencapai sekitar 80 juta ton per tahun.

Dari potensi tersebut, sekitar 20 juta ton telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, sehingga masih terdapat sekitar 60 juta ton yang berpeluang dikembangkan. Potensi tersebut bahkan belum memperhitungkan limbah rumah tangga maupun sumber biomassa berbasis air.

Besarnya potensi tersebut membuka ruang bagi biomassa untuk memainkan peran lebih besar dalam bauran energi nasional. PLN sendiri saat ini telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa untuk mendukung program co-firing PLTU.

“PLN hanya 2,5 juta ton. Namun, meskipun hanya 2,5 juta ton untuk PLN, kami adalah perusahaan terbesar di Asia yang bisa menggunakan biomassa untuk co-firing,” ujar Hokkop.

Hokkop menegaskan, peningkatan pemanfaatan biomassa harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk deforestasi.

Saat ini, sekitar 70 persen biomassa yang dimanfaatkan PLN berasal dari residu, antara lain residu industri kehutanan, industri kertas, serta sektor agro.

Pemanfaatan residu tersebut memungkinkan material sisa kegiatan industri yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi rendah diolah menjadi sumber energi. Dengan demikian, pengembangan biomassa tidak semata-mata menjadi substitusi sebagian batu bara, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Untuk memastikan keberlanjutan rantai pasok, PLN EPI melakukan evaluasi sumber biomassa menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Evaluasi dilakukan dengan meminta mitra menyediakan data mengenai asal-usul biomassa yang digunakan.

“Kami sudah membuat kalkulasi menggunakan LCA. Kami memilih partner dengan meminta mereka memenuhi semua data dari sumber biomassa. Kami anti deforestasi,” tegas Hokkop.

Pendekatan tersebut menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan biomassa untuk mendukung transisi energi. PLN EPI ingin memastikan peningkatan volume pasokan tidak dilakukan dengan mengorbankan fungsi hutan maupun keberlanjutan lingkungan.

Di sisi lain, pengembangan biomassa dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Ekosistem tersebut tidak hanya mencakup penyediaan bahan baku, tetapi juga pengolahan, transportasi, logistik, hingga berbagai aktivitas pendukung lainnya.

Saat ini, PLN EPI telah melibatkan sekitar 140 perusahaan dalam ekosistem biomassa di berbagai wilayah Indonesia.

Hokkop memperkirakan peningkatan pemanfaatan biomassa hingga sekitar 8 juta ton berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 750 ribu orang.

“Kami sudah menyampaikan ini kepada Kementerian Tenaga Kerja di Indonesia. Ini merupakan peluang pekerjaan yang besar untuk industri biomassa,” katanya.

Potensi tersebut menunjukkan biomassa dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi baru di daerah, khususnya di wilayah yang memiliki sumber bahan baku melimpah.

Karena itu, PLN EPI mendorong pengembangan biomassa dari hulu hingga hilir agar mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan, memperkuat industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar sumber biomassa.

Pembahasan pengembangan biomassa tersebut menjadi bagian dari SISP Forestry Industry Session yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dari Indonesia serta Swedia.

Forum tersebut membahas berbagai isu terkait pengelolaan hutan berkelanjutan, mulai dari biomassa, ketahanan hutan, pengelolaan kebakaran hutan, logistik kehutanan, inventori, hingga peningkatan produktivitas biomassa.

PLN EPI menilai pengembangan biomassa memiliki posisi strategis karena berada di persimpangan antara agenda transisi energi, pengembangan industri, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi biomassa yang mencapai sekitar 80 juta ton per tahun, sumber energi tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari residu yang selama ini belum optimal dimanfaatkan.

Melalui pembangunan ekosistem biomassa yang berkelanjutan, PLN EPI berharap pemanfaatan sumber daya domestik tersebut dapat memberikan manfaat ganda bagi Indonesia, yakni mendukung transisi energi sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update