Senin, 07 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Enam Bandara Ditutup Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub Utamakan Keselamatan Penerbangan

✍️ Admin 🕒 06 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Ilustrasi penumpang di bandara.
Ilustrasi penumpang di bandara. Foto: Istimewa

VISIONESIA.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap aktivitas penerbangan. Kementerian Perhubungan bersama otoritas bandara dan BMKG terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan penerbangan.

Dudy mengatakan, hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, terdapat enam bandara yang masih ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.Enam bandara tersebut, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Bandara Raden Inten II di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

“Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” ujar Dudy.

Kemenhub akan melakukan pemantauan dan pemutakhiran kondisi penerbangan setiap empat jam. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan sebaran abu vulkanik dapat segera direspons demi keselamatan penerbangan.

Sementara itu, penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah otoritas melakukan pengecekan kondisi wilayah bandara. Bandara di Bandung tersebut ditutup sementara pada Sabtu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB.

Di sisi lain, Dudy memastikan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak berdampak terhadap aktivitas transportasi laut. Penyeberangan melalui Selat Sunda masih dapat dilakukan.

Meski demikian, Kemenhub meminta otoritas pelabuhan tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus memperbarui informasi terkait kondisi keamanan serta keselamatan pelayaran.

“Masker untuk menjaga kondisi penumpang (kapal laut). Untuk penyeberangan tidak terlalu berdampak namun kondisi terkait keamanan dan keselamatan harus diperhatikan,” pesan Dudy.

Diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut aktivitas vulkanik masih tinggi dan terus dipantau secara intensif.

PVMBG juga terus melakukan evaluasi terhadap dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta memperhatikan zona bahaya yang telah ditetapkan.(dar)

 

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update