Genap 50 Tahun di Indonesia, Bridgestone Siap Perkuat Manufaktur dan Teknologi Lokal
VISIONESIA.COM - Lima puluh tahun beroperasi di Indonesia menjadi modal bagi PT Bridgestone Tire Indonesia untuk memasuki babak baru industri otomotif. Perusahaan ban asal Jepang itu kini memperkuat manufaktur dan teknologi lokal untuk menjawab perubahan kebutuhan mobilitas, termasuk pertumbuhan kendaraan listrik (EV).
Momentum lima dekade tersebut dirayakan melalui acara ulang tahun emas Bridgestone Indonesia di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso hadir sebagai tamu kehormatan bersama Member of the Board, Representative Executive Officer, EAST CEO Bridgestone Corporation, Nobuyuki Tamura.
Perwakilan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pelanggan, mitra bisnis, dan sejumlah pelaku industri otomotif juga hadir dalam acara tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas perjalanan Bridgestone selama lima dekade di Indonesia. Ia juga membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih luas antara pemerintah, investor Indonesia, dan Bridgestone.
“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas ulang tahun ke-50 Bridgestone di Indonesia. Kami sangat terbuka terhadap peluang investasi dan kerja sama di masa depan bersama para investor Indonesia dan Bridgestone,” ujar Budi Santoso.
Menurut Budi, pemerintah tetap terbuka terhadap masukan dan diskusi strategis terkait kebijakan investasi, penguatan pasar domestik, serta upaya meningkatkan peluang ekspor global.
Bridgestone memulai perjalanan bisnisnya di Indonesia pada 1976 dengan membuka pabrik manufaktur pertama di Bekasi, Jawa Barat. Pertumbuhan pasar kemudian mendorong perusahaan memperluas kapasitas produksi dengan membangun pabrik kedua di Karawang pada 1999.
Pabrik Karawang dilengkapi proving ground berstandar global yang mendukung pengembangan dan pengujian produk. Dari fasilitas tersebut, Bridgestone terus memperkuat kemampuan manufaktur serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar Indonesia dan kawasan.
Selama 50 tahun, perusahaan juga mengembangkan jaringan distribusi dan portofolio produk yang mencakup ban kendaraan penumpang, kendaraan komersial, hingga segmen spesialis.
Kini, Indonesia memiliki posisi strategis dalam jaringan global Bridgestone Corporation. Selain menjadi pasar, Indonesia juga berperan sebagai basis manufaktur dan ekspor.
“Indonesia merupakan pasar yang penting sekaligus basis manufaktur dan ekspor yang strategis dalam jaringan global Bridgestone,” kata Nobuyuki Tamura.
Tamura menilai pencapaian 50 tahun tersebut merupakan hasil dari fondasi yang dibangun bersama karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis.
Ia menegaskan Bridgestone akan terus menjalankan misi perusahaan, “Melayani Masyarakat dengan Mutu Tertinggi”, sekaligus memperkuat kontribusi bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan pengalaman selama lima dekade menjadi pijakan penting untuk menghadapi perubahan industri otomotif ke depan.
“Selama lima dekade terakhir, Bridgestone Indonesia telah tumbuh berdampingan dengan industri otomotif tanah air, didukung oleh kepercayaan dari pelanggan, mitra, dan masyarakat,” ujar Mukiat.
Menurutnya, perusahaan akan memperkuat kemampuan lokal sekaligus merespons kebutuhan pasar yang semakin berkembang. Fokus tersebut mencakup pengembangan solusi mobilitas yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Salah satu langkah terbaru Bridgestone Indonesia adalah mulai memasok ban dengan teknologi B-Silent pada 2026 kepada salah satu produsen otomotif global yang beroperasi di Indonesia.
Teknologi B-Silent dirancang untuk mengurangi kebisingan di dalam kabin kendaraan sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara. Teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bridgestone menghadapi perkembangan kendaraan generasi baru, termasuk meningkatnya kebutuhan terhadap ban untuk kendaraan listrik.
Pengembangan produk dilakukan dengan dukungan kapabilitas lokal, mulai dari penelitian produk, perencanaan material, desain khusus, hingga proses manufaktur.
Dengan demikian, Bridgestone tidak hanya mengandalkan teknologi global, tetapi juga terus memperdalam kemampuan lokal untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Secara global, Bridgestone Corporation menjalankan bisnis di lebih dari 150 negara dan wilayah dengan sekitar 130.000 karyawan. Di Indonesia, perusahaan memiliki sekitar 3.000 karyawan dan berkantor pusat di Karawang, Jawa Barat.
Memasuki usia 50 tahun, Bridgestone Indonesia menatap fase pertumbuhan berikutnya dengan memperkuat kemitraan di sepanjang rantai nilai otomotif.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan nilai bagi pelanggan, masyarakat, dan perekonomian Indonesia, sekaligus mengambil peran dalam menghadapi transformasi industri otomotif menuju mobilitas yang semakin aman, efisien, dan berkelanjutan.(dar)
