Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Hingga Pukul 18.00 WIB
VISIONESIA.COM - AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan pada, Senin (7/9/2026).
Menurut Executive Vice President (EVP) of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.
“Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026,” jelas Hermana dalam keterangannya, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Pembaruan statusnya adalah sebagai berikut: Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) berstatus closed berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.
Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status closed, berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.
“Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” jelas Hermana Soegijantoro.
AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami rangkaian erupsi beruntun yang meningkat signifikan sejak 4 September 2026 malam hingga 6 September 2026 dini hari yang menyebabkan sebaran abu vulkanik meluas ke wilayah Sumatera dan Jawa.(dar)
