Jumat, 02 Okt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Megapolitan
Megapolitan

Kasus Bunuh Diri Siswa Berulang, JPPI Minta Pemprov DKI Lakukan Reformasi Sistemik Perlindungan Anak

✍️ Admin 🕒 02 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Ilustrasi - Garis polisi terpasang membentang.
Ilustrasi - Garis polisi terpasang membentang. Foto: Dok Humas Polri

VISIONESIA.COM - Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan integrasi edukasi kesehatan mental dan kurikulum anti-bullying menyusul dua kasus pelajar meninggal dunia diduga bunuh diri di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

"Memasukkan literasi kesehatan mental, peer-support (dukungan sebaya), dan pendidikan karakter anti-kekerasan ke dalam kegiatan pembelajaran harian maupun ekstrakurikuler," kata Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji saat dikonfirmasi melalui gawai di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Kebijakan tersebut diharapkan mampu membentuk ketahanan emosional siswa sekaligus memperkuat rasa empati antarsesama.

"Sehingga siswa memiliki ketahanan emosional dan budaya saling peduli antar sesama teman (peer-to-peer empathy)," ujar Ubaid. 

Ia juga meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan pembenahan menyeluruh pada sistem perlindungan anak dan layanan kesehatan mental di lingkungan sekolah.

"Pemprov DKI tidak boleh lagi merespons kasus ini secara reaktif kasus per kasus, melainkan harus ada reformasi sistemik untuk menjamin perlindungan anak secara menyeluruh,” jelas Ubaid.

Selain itu, pelibatan aktif orang tua dan komunitas sekolah juga dinilai krusial untuk mendeteksi dini perubahan perilaku siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.

"Membangun saluran komunikasi yang intensif dan tanpa stigma antara sekolah dan orang tua, sehingga perubahan perilaku atau indikasi depresi pada anak dapat terdeteksi lebih awal, baik di rumah maupun di sekolah," imbuhnya.

Kasus kematian pelajar yang diduga akibat mengakhiri hidup kembali terjadi. Siswa SMPN 92 Jakarta berinisial FS ditemukan meninggal dunia di pinggir Kali Jalan Poncol Atas, RT 07/15 Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).

Kasus serupa pernah terjadi di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Seorang pelajar SMP berinisial AFP (16) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (28/8/2026) dini hari WIB.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update