Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Kementerian UMKM dan BEI Dorong Usaha Menengah Go Public Lewat Akademi Khusus

✍️ Admin 🕒 03 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting menyampaikan sambutan dalam peluncuran Go Public Academy for SMEs di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting menyampaikan sambutan dalam peluncuran Go Public Academy for SMEs di Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Dok. Kementerian UMKM

VISIONESIA.COM - Akses pembiayaan bagi usaha menengah Indonesia memasuki babak baru. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat kolaborasi untuk membuka peluang bagi perusahaan UMKM mendapatkan pendanaan melalui pasar modal.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SMEs). Program ini dirancang untuk mempersiapkan perusahaan menengah agar memiliki kapasitas bisnis, profesionalisme, dan tata kelola sesuai standar perusahaan terbuka.

Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting mengatakan, program tersebut menjadi strategi untuk memperluas pilihan pembiayaan, terutama bagi usaha menengah yang memiliki potensi berkembang dan melakukan ekspansi.

“Indonesia membutuhkan semakin banyak perusahaan nasional yang mampu tumbuh menjadi lebih besar, produktif, dan berdaya saing. Di sinilah usaha menengah memainkan peran strategis sebagai penghubung antara kekuatan ekonomi rakyat dan industri berskala besar, memperluas rantai pasok, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta membawa produk Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Loto dalam peluncuran Go Public Academy for SMEs di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Loto, kebutuhan pendanaan perusahaan yang sedang bertumbuh tidak cukup hanya mengandalkan kredit perbankan. Perusahaan juga membutuhkan struktur pendanaan yang tepat, manajemen profesional, serta tata kelola yang mampu menopang keberlanjutan bisnis.

"Kesiapan memasuki pasar modal harus diiringi dengan peningkatan kualitas perusahaan, mulai dari transparansi laporan keuangan, kepastian legalitas, profesionalisme manajemen, hingga penerapan tata kelola dan pengelolaan risiko yang baik. Hal tersebut menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor terhadap prospek dan keberlanjutan usaha," jelasnya.

Melalui akademi ini, pengusaha akan mendapatkan pembinaan untuk bertransformasi dari bisnis yang bergantung pada pemilik menjadi organisasi profesional dan transparan. Peserta juga dipersiapkan memahami strategi pertumbuhan jangka panjang, mekanisme pendanaan, hingga proses menuju perusahaan terbuka.

Program tersebut merupakan kelanjutan kolaborasi Kementerian UMKM dan BEI melalui RISE TO IPO yang dimulai pada 9 Juli 2025. Sepanjang 2025–2026, program ini telah menjangkau 281 perusahaan di lima kota. Dari jumlah tersebut, 23 perusahaan terpilih pada 2025 mengikuti pendampingan lanjutan melalui Intensive Coaching Clinic pada 4 Februari 2026.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, kerja sama ini akan membuat proses identifikasi dan pendampingan perusahaan potensial semakin terarah serta terintegrasi dengan ekosistem pasar modal.

"Setelah peluncuran, tindak lanjut program akan difokuskan pada identifikasi dan asesmen kesiapan peserta, serta koordinasi berkelanjutan dengan BEI dan mitra strategis lainnya agar pembinaan berjalan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi pengusaha kecil dan menengah," tutur Bagus.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, kolaborasi ini menjadi upaya memperluas pemahaman perusahaan menengah terhadap alternatif pendanaan melalui pasar modal.

"Melalui National Go Public Academy for SMEs, BEI menghadirkan pembinaan berjenjang mulai dari penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas, dan transparansi perusahaan hingga pemahaman proses IPO serta tanggung jawab sebagai perusahaan publik," tambah Jeffrey.

Jeffrey berharap pembinaan tersebut dapat mendorong perusahaan peserta memiliki model bisnis yang tangguh, laporan keuangan yang andal, tata kelola profesional, serta strategi pertumbuhan berkelanjutan.

Melalui kerja sama jangka panjang ini, Kementerian UMKM dan BEI menargetkan semakin banyak usaha menengah yang siap memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan untuk memperbesar skala bisnis, memperkuat daya saing, dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update