Minggu, 06 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Mendagri Sebut Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Cetak Sejarah Baru

✍️ Admin 🕒 06 Sep 2026 👁️ 2x dibaca
Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau salah satu rumah warga penerima manfaat Program Bedah Rumah di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tito melihat langsung kondisi hunian dan berbincang dengan warga penerima bantuan.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau salah satu rumah warga penerima manfaat Program Bedah Rumah di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tito melihat langsung kondisi hunian dan berbincang dengan warga penerima bantuan. Foto: Humas Kementerian Dalam Negeri

VISIONESIA.COM - Wajah Bukit Duri, Jakarta Selatan, perlahan berubah. Ratusan rumah warga menjadi sasaran program bedah rumah yang didorong pemerintah untuk memperbaiki kualitas hunian sekaligus lingkungan permukiman.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Sabtu (5/9/2026). Dalam kunjungan itu, Tito didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Di hadapan warga, Tito menyebut bedah rumah merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kebutuhan masyarakat. Secara nasional, pemerintah telah merenovasi 400 ribu rumah sejak 2025.

“Bapak Prabowo itu sudah membuat program yang 400 ribu rumah dibedah, seluruh Indonesia. Itu luar biasa. Belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Tito.

Menurut Tito, kebutuhan perbaikan hunian juga masih nyata di Jakarta. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Kementerian PKP yang memperluas program bedah rumah di Ibu Kota.

“Dan selama ini hampir nggak ada program bedah rumah. Ada pun sedikit sekali. Nah itu sekarang Pak Maruarar Sirait ini membuat program bedah rumah yang cukup banyak,” jelasnya.

Tito meminta pemerintah daerah tidak menjadi mata rantai yang memperlambat pelaksanaan program. Pendataan dan verifikasi, kata dia, harus dilakukan secara cepat agar warga yang memenuhi syarat segera menerima manfaat.

Ia juga menyoroti penyederhanaan persyaratan yang dilakukan Kementerian PKP. Menurutnya, kemudahan administrasi perlu dibarengi dukungan pemerintah daerah, terutama di tingkat kelurahan.

“Pak Menteri Perumahan Pak Maruarar Sirait sudah membuat kemudahan-kemudahan untuk persyaratan. Ya dulu harus ada sertifikat segala macam, sekarang nggak. Nggak, cukup [surat] keterangan saja dari lurahnya cukup,” tutur Tito.

Tito mengajak masyarakat turut mendukung proses pembangunan di lingkungannya. Ia membayangkan dampak besar jika perbaikan dilakukan secara serentak dalam satu kawasan.

“Bayangin ini satu kampung ini, satu daerah ini, 800 rumah diperbaikin semua. Hebat nggak? Top nggak?,” tambah Tito yang disambut antusias masyarakat Kelurahan Bukit Duri.

Usai berdialog, Tito meninjau rumah warga penerima bantuan. Ia juga berbincang langsung dengan sejumlah penerima manfaat untuk melihat kondisi hunian sekaligus mendengar pengalaman mereka.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update