Menkeu Diganti, Ekonom Sebut Pergerakan Rupiah Lebih Dipengaruhi Defisit Migas
VISIONESIA.COM - Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan dinilai hanya akan memberikan dampak jangka pendek terhadap nilai tukar rupiah. Pasalnya, pergerakan rupiah jauh lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental, khususnya pelebaran defisit migas pada transaksi berjalan.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, merespons reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026).
"Sentimen cuma sesaat karena rupiah lebih dipengaruhi oleh transaksi berjalan khususnya defisit migas yang melebar," kata Bhima saat dikonfirmasi melalui gawai, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan dukungan anggaran fiskal untuk membiayai program transisi energi nasional. Skema ini dianggap mendesak agar volume impor migas dapat dikurangi secara signifikan demi menahan laju tekanan terhadap rupiah.
"Di sini penting mendorong anggaran untuk transisi energi agar impor migas turun," ujar Bhima.
Sementara itu, kepercayaan publik dan pasar bergantung pada keberhasilan Menteri Keuangan yang baru Suahasil Nazara dalam mengeksekusi pembenahan struktural anggaran negara. Hal tersebut dapat dicapai dengan meninjau ulang alokasi dana untuk program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ekspektasi bisa dijaga kalau Suahasil berhasil melakukan perbaikan struktural pada Apbn di sisa tahun seperti memangkas budget MBG dan Kopdes, hingga memastikan pajak tidak ganggu konsumsi kelas menengah," imbuhnya.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk dan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026). Pelantikan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah 58 poin pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026) hingga berada di level Rp17.661 per dolar AS.(dan)
