Pasar Cili Makin Tertarik Produk RI, Kemendag Bukukan Potensi Ekspor Rp1,87 Miliar
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperluas pasar ekspor Indonesia ke kawasan Amerika Latin. Melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Cili yang bersinergi dengan Fungsi Ekonomi KBRI Santiago, Kemendag mencatat potensi transaksi ekspor sebesar USD104.000 atau sekitar Rp1,87 miliar sepanjang Juni 2026.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, antusiasme pasar Cili terhadap produk Indonesia terus meningkat. Karena itu, Kemendag mendorong pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memanfaatkan program business matching sebagai pintu masuk memperluas pasar ekspor.
“Business matching menjadi salah satu strategi penting untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial di luar negeri, sekaligus membuka peluang ekspor nonmigas ke pasar global," ujar Puntodewi dalam keterangan, Selasa (4/8/2026).
"Kami terus mendorong pelaku usaha untuk mengikuti business matching dan menjadi eksportir,” sambung Puntodewi.
Wakil Kepala ITPC Santiago, Tesa Listva Kusumawardani menjelaskan, 3 kegiatan business matching berlangsung secara daring pada 23–30 Juni 2026. Potensi transaksi terbesar berasal dari produk minyak kelapa sawit dan turunannya antara PT SMART Tbk dengan buyer asal Cili, Grupo MTG, senilai USD46.000.
Selanjutnya, masih ujar dia, produk Kopiko dari PT Mayora Indah Tbk dengan buyer Daerim Cili mencatat potensi transaksi USD28.000. Sementara produk popok dewasa OTO dari PT Rejeki Putra Putri Eliman dengan E-Cibo SpA berpotensi menghasilkan transaksi USD30.000.
Menurut Tesa, pembelian awal yang direncanakan masing-masing buyer akan menjadi tahap evaluasi terhadap kualitas produk, harga, kapasitas pasok, hingga respons pasar sebelum volume pembelian ditingkatkan.
“Rencana pembelian awal dari masing-masing buyer akan menjadi tahap evaluasi terhadap kualitas produk, harga, kapasitas pasok, serta respons pasar sebelum meningkatkan volume pembelian pada tahap berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, minat buyer di Cili terhadap produk Indonesia terus meningkat, mulai dari makanan olahan, bahan baku industri pangan, hingga produk personal care. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang diversifikasi ekspor Indonesia ke negara tersebut.
ITPC Santiago, lanjut Tesa, akan terus mengawal komunikasi antara eksportir Indonesia dan buyer di Cili agar realisasi transaksi dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan Indonesia–Latin America and the Caribbean Business Mission (INALAC) 2026 pada Oktober mendatang akan dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara, sekaligus memperluas akses pasar produk Indonesia.(dar)
