Sabtu, 15 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Internasional
Internasional

PM Nawaf Salam dan Presiden Aoun Kompak: Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon

✍️ Admin 🕒 15 Aug 2026 👁️ 2x dibaca
Kerusakan gedung-gedung akibat serangan Israel di Lebanon.
Kerusakan gedung-gedung akibat serangan Israel di Lebanon. Foto: Anadolu Agency

VISIONESIA.COM - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam bertemu dengan para pejabat AS untuk membahas aspek militer dari kerangka negosiasi yang sedang berlangsung serta perkembangan di wilayah selatan negara tersebut.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon, Salam bertemu dengan Duta Besar AS untuk Lebanon, Michael Issa, dan Kepala Kelompok Koordinasi Militer Khusus untuk Lebanon, Jenderal Joseph Clearfield.

Dalam pertemuan tersebut, Salam mendesak Israel melancarkan serangan ke wilayah negaranya dan penarikan penuh pasukan zionis tersebut.

“Kebutuhan agar Israel menghentikan operasi penghancuran, memperluas cakupan kawasan percobaan, dan menetapkan jadwal yang jelas untuk penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon," kata Salam seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (14/8/2026).

Israel terus menduduki sejumlah wilayah di selatan negara tersebut dan belum menghentikan serangannya, meskipun telah menyetujui gencatan senjata. 

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan, Lebanon tidak akan membiarkan Israel untuk terus berada di wilayahnya. Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan delegasi Maronite Foundation in the World atau organisasi nirlaba yang bertujuan membantu komunitas diaspora atau imigran keturunan Lebanon baru-baru ini.

"Pada akhirnya, kami tidak akan membiarkan Israel tetap berada, bahkan satu inci pun di tanah kami, atau membiarkan satu pun tentara Israel tetap berada di wilayah kami," ujar Presiden Aoun sebagaimana dikutip oleh kantor kepresidenan Lebanon.

Lebanon dan Israel telah menandatangani perjanjian kerangka kerja di Washington pada 26 Juni yang memuat ketentuan gencatan senjata penuh dan pemulihan kendali militer Lebanon atas wilayah selatan negara tersebut, dengan syarat pelucutan senjata kelompok Hizbullah. Perundingan yang membahas mekanisme pelaksanaannya dilanjutkan di Roma pada 6-7 Agustus. Namun, Israel maslh menyerang wilayah Lebanon.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update