Minggu, 13 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Unjuk Gigi di INDEXPLUS 2026, Furnitur Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp39,7 Miliar

✍️ Admin 🕒 13 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Produk furniture Indonesia.
Produk furniture Indonesia. Foto: Dok Kemendag

VISIONESIA.COM - Ekspor furnitur Indonesia ke India mulai menunjukkan prospek menjanjikan. Hal itu terlihat dari keikutsertaan Indonesia dalam pameran INDEXPLUS 2026 di New Delhi, India yang menghasilkan transaksi USD 151 ribu atau sekitar Rp2,65 miliar.

Tak hanya transaksi langsung, Paviliun Indonesia juga mencatat potensi transaksi hingga USD 2,26 juta atau setara Rp39,7 miliar. "Capaian ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku usaha furnitur nasional untuk memperluas pasar ekspor ke India," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi dalam keterangan, Sabtu (12/9/2026).

Ia mengatakan, pameran tersebut menjadi momentum memperkuat penetrasi produk furnitur Indonesia di pasar India. “Keikutsertaan Indonesia pada INDEXPLUS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat penetrasi produk furnitur kita di pasar India,” katanya.

Dia mengajak pelaku usaha furnitur, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk melihat perubahan tren konsumen India sekaligus meningkatkan ekspor.

Menurutnya, peluang pasar semakin terbuka seiring bergesernya preferensi konsumen urban India. Di kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi National Capital Region, dan Bengaluru, konsumen mulai meninggalkan furnitur bergaya tradisional dan beralih ke desain minimalis-modern hingga scandinavian-industrial.

Diketahui, Paviliun Indonesia dalam INDEXPLUS 2026 mengusung tema “Indonesian Craftsmanship, Global Design”. Partisipasi tersebut merupakan kolaborasi Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chennai, Atase Perdagangan New Delhi, Kedutaan Besar RI di New Delhi, serta Konsulat Jenderal RI Mumbai.

Produk yang ditampilkan menggabungkan desain kontemporer, keahlian craftsmanship, material premium, serta kekayaan warisan budaya Indonesia.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update