Senin, 14 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Wamendikdasmen Tekankan Pentingnya Business Mindset bagi Guru SMK

✍️ Admin 🕒 14 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Ilustrasi guru tengah mengajar di kelas.
Ilustrasi guru tengah mengajar di kelas. Foto: Dokumen VISIONESIA

VISIONESIA.COM - Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tak cukup hanya menguasai teori dan keterampilan teknis. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan membaca peluang agar kompetensi yang dimiliki bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, penguasaan kompetensi harus dibarengi dengan business mindset. Pola pikir tersebut mendorong guru SMK untuk melihat berbagai kemungkinan dan menciptakan nilai tambah dari keterampilan yang dimiliki.

“Kalau kita punya kompetensi produksi tapi tidak bisa dikomersialisasi itu yang bikin frustasi. Akhirnya kompetensi hanya menutup basa-basi saja,” ujar Atip.

Menurut dia, business mindset tidak sekadar berbicara mengenai aktivitas perdagangan maupun keuntungan. Namun, lebih pada kemampuan melihat potensi dari sesuatu yang tersedia sehingga memberikan manfaat lebih besar.

"Dalam bidang pertanian, misalnya, keterampilan guru tidak semestinya berhenti pada proses produksi," katanya. 

"Kompetensi dapat dikembangkan menjadi agribisnis hingga agrowisata. Karena itu, guru perlu memahami proses secara utuh dari hulu sampai hilir," sambungnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen dan Diksus) Tatang Muttaqin menegaskan, pengalaman langsung di dunia kerja penting agar ilmu yang diperoleh guru tidak berhenti sebagai teori.

“Yang paling penting di samping ngajar coba dipraktikkan. Karena kalau upskilling di sini, lalu pulang dan tidak pernah dipraktikkan di kelas, hanya lihat siswa, itu enggak akan banyak berkembang,” ujarnya.

Dia mendorong para guru mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh dalam pembelajaran. Bahkan, kompetensi tersebut dapat dikembangkan menjadi praktik usaha yang melibatkan siswa.

Diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan pelatihan tujuh kompetensi keahlian kepada guru SMK. Mulai dari Bakery & Pastry, hidroponik melon, pengolahan buah, anggrek, penetasan telur, hijauan pakan ternak, serta rekayasa pakan buatan.

Program berlangsung selama 120 jam pelajaran (JP), meliputi 40 JP pembekalan, 70 JP pengalaman langsung di dunia kerja, serta 10 JP uji kompetensi dan sertifikasi.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update