Ahmad Doli Kurnia Sepakat Kriteria AHY, Ingatkan Demokrat Juga Bagian dari Pemerintah
VISIONESIA.COM - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengaku sependapat dengan pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kesamaan pandangan tersebut menyoroti beberapa poin penting yang disampaikan AHY saat pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Demokrat, Jalan Proklamasi No. 41, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
Beberapa poin penting yang diutarakan AHY dalam kesempatan tersebut antara lain memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, menjaga demokrasi, serta menyoroti kesusahan rakyat dan menegaskan bahwa kekuasaan merupakan milik rakyat, bukan milik perorangan.
“Secara substansi, apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah, dan hak serta kewajiban warga negara,” kata Doli Kurnia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Meski demikian, ia menilai gaya penyampaian dan posisi AHY dalam pidato tersebut memancarkan sinyal kuat mengenai kesiapan Ketua Umum Partai Demokrat itu untuk bertarung sebagai salah satu kontestan dalam Pilpres mendatang.
“Dilihat dari cari penyampaian, gestur, dan standing positionnya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contander dalam Pilpres mendatang,” ujar Doli Kurnia.
Padahal, seluruh elemen bangsa saat ini sedang menghadapi tantangan yang luar biasa di tengah situasi masyarakat yang penuh tantangan.
“Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apapun yang dihadapi,” tutur politikus Golkar itu.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah, DPR, dan partai politik adalah satu kesatuan utuh yang memikul beban serta tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat keluar dari masa sulit.
“Kesulitan yang dihadapi rakyat adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah, DPR, dan juga Partai Politik, adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” klaim anggota Komisi II DPR itu.
Ia memandang munculnya dinamika ini sebagai sinyal kuat bahwa kontestasi Pilpres mendatang kian terbuka dan tak terhindarkan, menandai awal gerakan para aktor politik dalam menyusun strategi awal.
“Fenomena seperti itu, makin menguatkan bahwa ternyata ‘magnet’ Pilpres 2029 tak bisa terhindarkan lagi dan makin terbuka. Sepertinya beberapa kekuatan sudah mulai pasang kuda-kuda,” imbuhnya.(dar)
