Selasa, 15 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026

✍️ Admin 🕒 15 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan pada acara InTechSea Award 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan pada acara InTechSea Award 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Dokumentasi Pribadi

VISIONESIA.COM - Pemerintah memilih menahan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah tekanan harga minyak mentah dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan hingga penghujung 2026.

Jaminan tersebut diberikan meski harga minyak mentah global kini bergerak jauh di atas asumsi yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pemerintah menilai stabilitas harga BBM menjadi salah satu kunci untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Sampai dengan sekarang, Alhamdulillah sudah kita komit untuk harga subsidi sampai dengan 31 Desember, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan (harga BBM subsidi)," kata Bahlil dalam sambutannya pada acara InTechSea Award 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Bahlil mengungkapkan harga minyak mentah dunia saat ini telah berada di level US$106 per barrel. Sementara itu, harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) masih berada di kisaran US$85-90 per barrel.

Posisi tersebut membuat harga minyak berada di atas asumsi ICP yang digunakan pemerintah dalam APBN 2026. Dalam anggaran tersebut, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia sebesar US$70 per barrel.

Selisih harga yang cukup lebar itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Jika harga minyak bertahan tinggi, kebutuhan anggaran untuk menjaga harga energi tetap terjangkau berpotensi ikut membengkak.

Karena itu, Bahlil mengatakan pemerintah harus mencari formula agar gejolak pasar minyak global tidak langsung dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga BBM subsidi.

"Jadi bayangkan berapa subsidi kita Bapak-Ibu semua. Putar otak lagi. Kita harus mampu membuat rumusan kebijakan, yang sekalipun kondisi global itu terjadi yang luar biasa, tapi kepastian terhadap harga harus kita jamin," jelas Bahlil.

Di tengah tekanan harga minyak, pemerintah juga memperkuat strategi pasokan dengan tidak bergantung pada satu sumber. Pemerintah kini mencari minyak mentah dari sejumlah negara untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

Rusia menjadi salah satu negara yang masuk dalam sumber pasokan tersebut. Bahlil menyebut minyak mentah dari Rusia telah masuk ke Indonesia.

Pengiriman pertama bahkan telah tiba pada Juli 2026. Sementara pengiriman tahap kedua masih dalam proses.

Langkah diversifikasi pasokan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah mengantisipasi ketidakpastian harga minyak dunia. Dengan pasokan yang lebih terjaga, pemerintah berharap tekanan dari pasar global dapat dikelola tanpa mengorbankan kepastian harga energi bagi masyarakat.

Dengan demikian, kebijakan harga BBM subsidi dipastikan tetap berlaku hingga 31 Desember 2026.

Pernyataan Bahlil disampaikan dalam gelaran InTechSEA Awards 2026 yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, investor, komunitas, dan inovator.

Lebih dari 80 perusahaan ambil bagian dalam ajang yang diinisiasi Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut. Peserta datang dari beragam sektor, mulai dari energi dan pertambangan hingga jasa keuangan serta pemberdayaan masyarakat.

InTechSEA Awards tidak sekadar menjadi panggung penghargaan. Ajang ini dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan, terutama yang berkaitan dengan persoalan sosial dan lingkungan.

Keterlibatan lintas sektor memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi kini tidak lagi hanya menjadi urusan industri atau kampus. Teknologi semakin dipandang sebagai instrumen untuk menjawab tantangan pembangunan dan menciptakan dampak yang bisa dirasakan masyarakat.

Bagi Unhas, InTechSEA merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi kampus sebagai center of excellence berbasis Benua Maritim Indonesia.

Peran perguruan tinggi pun diarahkan tidak berhenti pada produksi pengetahuan. Unhas ingin membangun ruang yang mempertemukan peneliti dan inovator dengan pemerintah, industri, investor, komunitas, serta masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, inovasi diharapkan tidak berhenti sebagai konsep atau hasil penelitian. Teknologi yang lahir dari ekosistem tersebut didorong untuk masuk ke tahap penerapan dan memberikan manfaat konkret.

InTechSEA Awards 2026 pada akhirnya menjadi gambaran bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil posisi lebih luas dalam ekosistem inovasi. Pengetahuan, teknologi, dunia usaha, dan kebutuhan masyarakat dipertemukan dalam satu ruang kolaborasi untuk mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update