Sabtu, 05 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Cegah Keracunan MBG Berulang, Anggota DPR Netty Prasetiyani Desak BGN Buka Hasil Audit

✍️ Admin 🕒 05 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Ilustrasi siswa tengah menyantap makan bergizi gratis.
Ilustrasi siswa tengah menyantap makan bergizi gratis. Foto: Dokumen VISIONESIA

VISIONESIA.COM - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengawasan MBG secara menyeluruh. Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani dalam keterangan, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, pengawasan tidak cukup dilakukan setelah makanan dikonsumsi, tetapi harus dimulai sejak penyusunan dan penerapan juknis, pemilihan serta penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi dan pengantaran makanan kepada penerima manfaat.

“Setiap tahapan harus memiliki standar yang jelas, pengawasan yang berjalan dan penanggung jawab yang dapat memastikan standar tersebut dipenuhi. Dengan begitu, potensi masalah bisa ditemukan dan dicegah sedini mungkin,” katanya.

Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan hasil audit setiap kejadian secara transparan, terutama mengenai penyebab dan titik kegagalan yang ditemukan. “Yang perlu kita ketahui bukan hanya bahwa telah terjadi keracunan atau bahwa sebuah SPPG kemudian diberi sanksi," katanya. 

"Kita juga perlu mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Apakah persoalannya bahan baku, pengolahan, waktu konsumsi, penyimpanan, distribusi, atau faktor lainnya. Hasil audit ini penting agar menjadi pembelajaran bagi SPPG yang lain,” sambung Netty.

Menurutnya, hasil audit sebaiknya tidak berhenti pada penyelesaian satu kasus, tetapi digunakan untuk melakukan perbaikan sistem dan pencegahan secara nasional.

“Kalau ditemukan pola kesalahan yang sama, jangan menunggu kejadian berikutnya. Segera lakukan evaluasi terhadap SPPG lain yang memiliki risiko serupa,” tegasnya.

Selain pengawasan internal, Netty mendorong BGN menyediakan kanal pengaduan publik yang mudah diakses dan responsif. Orang tua, siswa, guru maupun masyarakat harus memiliki ruang untuk melaporkan jika menemukan pelaksanaan MBG yang tidak sesuai ketentuan.

“Partisipasi masyarakat perlu kita dorong. Kalau ada laporan yang valid dan terbukti membantu menemukan atau mencegah pelanggaran, saya kira pemerintah juga dapat mempertimbangkan bentuk apresiasi atau reward bagi pelapor. Masyarakat bisa menjadi bagian dari sistem pengawasan,” katanya.

Netty menegaskan, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang berhasil didistribusikan, tetapi juga dari keamanan dan kualitas makanan yang diterima masyarakat.

“MBG adalah investasi untuk generasi Indonesia. Karena itu, keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas dalam setiap prosesnya," katanya. 

"Setiap kejadian harus kita jadikan bahan evaluasi agar program ini semakin baik, semakin aman dan semakin dipercaya masyarakat,” imbuhnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update