Minggu, 23 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Daerah
Daerah

Dampak Pascagempa NTT Memburuk: Pengungsi Tembus 150 Ribu Jiwa, Korban Meninggal 87 Orang

✍️ Admin 🕒 23 Aug 2026 👁️ 1x dibaca
Pimpinan BNPB memberikan sosialisasi kepada warga terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kabupaten Ende, NTT, Rabu (19/8/2026).
Pimpinan BNPB memberikan sosialisasi kepada warga terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kabupaten Ende, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. BNPB

VISIONESIA.COM - Situasi pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih jauh dari stabil. Gempa susulan yang terus terjadi membuat jumlah warga yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka kembali meningkat. BNPB mencatat, jumlah pengungsi kini mencapai 150.576 jiwa, naik signifikan dari angka sebelumnya yang berada di 113.600 jiwa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan, sebagian besar pengungsi terkonsentrasi di sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah. "Dengan rincian tiga yang paling besar yakni di Kabupaten Manggarai 41.427 jiwa, Kabupaten Nagekeo 34.256 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 31.372 jiwa," ujar Berton dalam konferensi pers yang digelar secara daring, pada Sabtu (22/8/2026).

Bukan hanya jumlah pengungsi yang mengalami peningkatan. Data terbaru BNPB juga menunjukkan korban meninggal dunia bertambah menjadi 87 jiwa, dari sebelumnya 83 jiwa. Sementara itu, sebanyak 1.298 orang dilaporkan mengalami luka-luka setelah terdampak reruntuhan bangunan ketika gempa mengguncang wilayah tersebut.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka paling tinggi. "Kabupaten Manggarai Timur dengan total 643 jiwa ini merupakan korban luka yang terbanyak, kemudian diikuti Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa," jelasnya

Di tengah situasi darurat yang masih berlangsung, pemerintah bersama tim gabungan terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pendataan korban, pemberian layanan kesehatan hingga memastikan bantuan dapat menjangkau lokasi-lokasi pengungsian.

Upaya pemenuhan kebutuhan dasar juga terus dikebut melalui jalur udara. "Kami kumpulkan sampai pukul 13.00 WIB bahwa distribusi bantuan logistik telah mencapai hari ini 147 ton yang dilaksanakan melalui 10 sorti penerbangan," tutur Berton.

Dalam distribusi tersebut, bantuan dikirim melalui dua jalur utama. Sebanyak 70 ton logistik diberangkatkan dalam lima sorti penerbangan menuju Labuan Bajo, sementara 77 ton lainnya dikirim dalam lima sorti penerbangan menuju Maumere.

Jika dihitung sejak awal masa tanggap darurat, jumlah bantuan yang telah dikirimkan menunjukkan angka yang jauh lebih besar. "Secara kumulatif sejak tanggal 15 sampai 22 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan," tambahnya.

Dari keseluruhan bantuan tersebut, Labuan Bajo menjadi salah satu jalur distribusi terbesar dengan total 651 ton yang dikirim melalui 45 sorti penerbangan. Sementara itu, sebanyak 303 ton bantuan telah disalurkan melalui Bandara Maumere dalam 23 sorti penerbangan.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update