Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Olahraga
Olahraga

Indonesia Tutup Asian Games 2026 di Posisi Ke-16: Raih 39 Medali dan Lampaui Target Emas

✍️ Admin 🕒 05 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan membanggakan, yakni 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tak hanya melampaui target emas, Merah Putih juga pulang membawa rekor dan sejumlah sejarah baru dari panggung olahraga terbesar di Asia.
Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan membanggakan, yakni 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tak hanya melampaui target emas, Merah Putih juga pulang membawa rekor dan sejumlah sejarah baru dari panggung olahraga terbesar di Asia. Foto: Dok. Kemenpora

VISIONESIA.COM - Perjuangan Tim Indonesia di 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir dengan torehan yang lebih dari sekadar angka di papan klasemen. Merah Putih membawa pulang 39 medali, melewati target emas yang ditetapkan, sekaligus meninggalkan sembilan catatan rekor yang mempertegas daya saing atlet Indonesia di panggung Asia hingga dunia.

Indonesia menutup pesta olahraga terbesar di Asia itu dengan koleksi lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-16 klasemen akhir sekaligus melampaui target empat medali emas yang sebelumnya dibebankan.

Lima emas Indonesia seluruhnya datang dari cabang olahraga olimpiade. Emas dipersembahkan bulu tangkis beregu putra, ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.

Di balik capaian tersebut, sejumlah penampilan menciptakan catatan yang bahkan melampaui panggung Asian Games.

Rahmat Erwin Abdullah menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian. Tampil di nomor men’s 75 kg angkat besi, Rahmat mencatat 206 kg pada clean & jerk dan 366 kg total angkatan. Kedua angka tersebut sekaligus menjadi rekor dunia, rekor Asia, dan rekor Asian Games.

Artinya, satu penampilan Rahmat menghasilkan enam catatan rekor sekaligus: tiga rekor dari clean & jerk 206 kg dan tiga lainnya dari total angkatan 366 kg, masing-masing pada level dunia, Asia, dan Asian Games. Tak hanya memecahkan rekor, Rahmat juga menyumbangkan emas untuk Indonesia.

Dari panjat tebing, Aditya Tri Syahri memperbarui Asian Games Record nomor men’s speed dengan waktu 4,62 detik. Catatan itu mempertajam rekor sebelumnya, 4,95 detik, yang dibuat Veddriq Leonardo di Hangzhou.

Desak Made Rita Kusuma Dewi juga menorehkan prestasi serupa. Ia merebut emas nomor women’s speed dengan waktu 6,062 detik, sekaligus memperbarui Asian Record dan Asian Games Record. Sebelumnya, Desak memegang rekor Asia 6,07 detik yang dibuat di Meishan serta rekor Asian Games 6,52 detik dari Hangzhou.

Namun, kisah Indonesia di Aichi-Nagoya tidak berhenti pada rekor. Emas beregu putra bulu tangkis mengakhiri penantian 28 tahun Indonesia untuk kembali berjaya pada nomor tersebut di Asian Games. Indonesia kemudian melengkapinya dengan emas ganda putra melalui Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Sejarah lain ditulis Nurisa Dian Ashrifah. Hani, sapaan Nurisa, menjadi atlet yang mempersembahkan emas Asian Games pertama Indonesia dari cabang panahan setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco 139-137 pada final compound individual putri.

Spektrum prestasi Indonesia juga semakin lebar dengan hadirnya medali dari cabang-cabang yang relatif baru di Asian Games. Teqball, padel, MMA, dan surfing turut menyumbangkan perak maupun perunggu. E-sport pun mencatat momentum penting dengan membawa pulang medali pertama Indonesia sejak cabang tersebut dipertandingkan secara resmi di Asian Games 2022 Hangzhou.

Capaian ini menjadi semakin berarti karena sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi sumber emas Indonesia di Hangzhou 2022 tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya, termasuk 10 meter running target putra dan mixed serta dragon boat 1000 meter putra.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, ofisial, cabang olahraga, NOC Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta semua pihak yang mendukung perjuangan Tim Indonesia.

“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua dalam keterngannya, Senin (5/10/2026).

Lima emas tersebut, menurut Todotua, menjadi bukti bahwa Tim Indonesia berhasil melewati sasaran yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan target yang diberikan Kemenpora, empat emas, maka Tim Indonesia dalam Asian Games ini bisa mencapai sebanyak lima emas,” tegasnya.

Ia menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan konsolidasi antara Tim CdM, NOC Indonesia, Kemenpora, dan seluruh cabang olahraga yang bertanding.

“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh dengan tantangan. Tapi dengan koordinasi yang baik, dengan konsolidasi yang baik, kami dengan NOC, dengan Kemenpora dan khususnya para cabang olahraga yang mengikuti kompetisi ini, kita berkoordinasi dengan baik,” tutur Todotua.

Berbagai persoalan nonteknis yang muncul selama pelaksanaan Asian Games, lanjut dia, dapat diantisipasi sehingga tidak mengganggu fokus atlet di arena pertandingan.

“Segala sesuatu tantangan-tantangan yang ada, secara nonteknis bisa kita selesaikan dengan baik. Kami merasa sangat berbahagia dan puas karena kita bisa mengantisipasi segala kendala yang terjadi di Nagoya dan memastikan para atlet kita bisa berlaga, bertanding dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin,” tambahnya.

Aichi-Nagoya 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang posisi ke-16 atau jumlah 39 medali. Di balik angka tersebut ada rekor dunia, rekor Asia, sejarah baru, dan munculnya kekuatan dari cabang-cabang olahraga yang semakin beragam.

Bagi Tim Indonesia, capaian itu menjadi modal berharga untuk melanjutkan pembinaan dan mempersiapkan generasi atlet berikutnya. Dari Aichi-Nagoya, Merah Putih tidak hanya pulang membawa medali, tetapi juga membawa pesan bahwa persaingan di level Asia semakin terbuka dan Indonesia mampu berada di dalamnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update