Karhutla dan Kekeringan Belum Mereda, BNPB Desak Pemda Percepat Antisipasi
JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah selama musim kemarau.
Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat distribusi air bersih, serta memperkuat upaya pencegahan kebakaran.
"Data dari BNPB, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan karhutla terjadi di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang," ungkap Muhari dalam keterangan, Minggu (2/8/2026).
Ia mengatakan, kebakaran diduga dipicu kondisi daun dan ranting kering di kawasan perbukitan berbatu yang mudah terbakar akibat suhu panas.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare," beber Muhari.
Dikatakan dia, Karhutla juga dilaporkan terjadi di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Selain karhutla, masih ujar Muhari, masyarakat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terdampak kekeringan. Berkurangnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air bersih mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"BPBD Kabupaten Banyumas telah mendistribusikan 27.000 liter air bersih," ungkapnya.
Ia mengimbau pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan, mengoptimalkan distribusi air bersih, dan mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.(dar)
