Sabtu, 29 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Komisi XI DPR Tagih 'Ramuan' Kebijakan BI Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

✍️ Admin 🕒 29 Aug 2026 👁️ 1x dibaca
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan keterangan pers di Jakarta baru-baru ini.
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan keterangan pers di Jakarta baru-baru ini. Foto: Dok BPMI Setpres

VISIONESIA.COM - Anggota Komisi XI DPR Amin Ak menekankan pentingnya komitmen pimpinan Bank Indonesia (BI) untuk menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen secara berkualitas. 

Hal itu ditegaskannya seiring dengan lolosnya Destry Damayanti dalam uji kelayakan dan kepatutan yang disetujui oleh Komisi XI DPR RI sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. 

Komisi XI menaruh perhatian pada strategi kebijakan moneter dan sektor keuangan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengejar angka, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta memberikan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat.

“Bagaimana Gubernur Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur itu punya ramuan kebijakan yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen itu tercapai. Dan bukan sekadar tercapai, tapi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Amin dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Selain pertumbuhan ekonomi, Amin menyoroti pentingnya keberpihakan BI terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengingat terdapat kesenjangan antara besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian dan akses mereka terhadap pembiayaan perbankan.

“UMKM kita itu menyerap tenaga kerja 97 persen dan kontribusi terhadap PDB itu 60 persen lebih. Sejauh ini alokasi kredit perbankan untuk UMKM kita itu nggak sampai 20 persen," ucap Amin.

"Nah, bagaimana Bank Indonesia punya peran strategis, punya ramuan kebijakan yang mengurangi disparitas ini,” tambahnya.

Amin juga mendorong agar kebijakan BI mampu membuat UMKM naik kelas, bukan sekadar mempertahankan jumlah UMKM yang besar. “Kita gak bangga dengan banyaknya jumlah UMKM kita yang katanya sampai 64 juta itu. Justru UMKM ini harus dikurangi, mereka pada naik kelas, kelas menengah, kelas pengusaha besar,” jelasnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update