Korban Meninggal Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 78 Orang, 953 Luka-Luka
VISIONESIA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 78 orang. Data itu tercatat hingga Kamis (20/8/2026) pukul 17.00 WIB.
“Korban: 78 orang meninggal dunia,” demikian tertulis dalam laporan data BNPB yang diterima di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Sementara itu, jumlah korban luka akibat gempa dahsyat tersebut juga bertambah hingga menembus lebih dari 900 orang. “953 orang luka-luka,” ujar data BNPB itu.
Sebelum pembaruan ini, BNPB sempat mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 75 orang pada Kamis sore, hanya berselang beberapa jam sebelum data terbaru dirilis.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, tambahan korban meninggal dunia itu tercatat dari berbagai wilayah Flores, NTT.
“Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa, dengan rincian: Di Kabupaten Sikka bertambah 2, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu,” ujar Berton terpisah secara daring dalam kanal YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pemerintah menyampaikan dukacita mendalam atas bertambahnya korban jiwa, serta rasa prihatin bagi para korban luka-luka pasca-gempa dahsyat tersebut.
“Kami sekali lagi menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya teruntuk untuk keluarga, handai taulan, tetangga, dan seluruh kenalan, serta seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Berton.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi WIB. Akibat peristiwa itu, banyak rumah warga rusak, puluhan orang meninggal dunia, serta ribuan orang terpaksa mengungsi.(dar)
