Senin, 03 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Internasional
Internasional

Trump Batal Lancarkan Serangan Setelah Capai Kesepakatan dengan Iran

✍️ Admin 🕒 03 Aug 2026 👁️ 1x dibaca
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Instagram/@realdonaldtrump

BRITANIA RAYA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Iran terkait Selat Hormuz, sekaligus menegaskan bahwa perjanjian denuklirisasi Teheran kini tinggal selangkah lagi.

Trump juga mengklaim bahwa Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Iran telah memintanya untuk membatalkan serangan militer yang rencananya dilakukan pada Sabtu (1/8/2026).

“Ketika sekutu meminta untuk membatalkannya, Anda harus berkata, ‘Baiklah, mari kita lihat,’" kata Trump kepada wartawan di Air Force One seperti dilansir dari Sky News, Senin (3/8/2026).

Permintaan itu disampaikan karena negara-negara tersebut yakin kesepakatan mengenai Selat Hormuz telah tercapai dan perjanjian denuklirisasi Iran akan segera menyusul.

"Saya menyebutnya denuklirisasi Iran," ucap Trump.

Trump menambahkan bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran akan berlangsung pada Senin sore. “Kami sedang berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi, yang akan dimulai (hari ini) sore,” tutur Trump.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap aset Garda Revolusi di Iran pada akhir Juli 2026, sebagai tindakan balasan atas dugaan ancaman dan serangan terhadap posisi serta personel militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Target serangan itu adalah fasilitas militer, aset pertahanan udara, dan puluhan titik yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Iran kemudian membalas serangan militer Amerika Serikat dengan meluncurkan gelombang serangan balasan ke-27 yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait serta pangkalan lainnya di wilayah Timur Tengah.

Langkah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu merupakan respons langsung terhadap "gelombang serangan berat" yang diluncurkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) ke wilayah Iran sebelumnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update