Kamis, 17 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Percepat Tambang Bawah Tanah Palu dan Ekspansi Pabrik, BRMS Targetkan Lonjakan Produksi Emas di 2027

✍️ Admin 🕒 17 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Kemajuan konstruksi tambang emas bawah tanah di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.
Kemajuan konstruksi tambang emas bawah tanah di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Foto: Dokumen BRMS

VISIONESIA.COM - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terus mempercepat pengembangan aset tambang emas dan tembaga di Indonesia. Di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, konstruksi tambang emas bawah tanah memasuki tahap penting setelah terowongan tambang mencapai lebih dari 975 meter dari portal.

BRMS menyampaikan, portal atau pintu masuk menuju mulut tambang bawah tanah di Poboya, Palu, telah selesai dibangun. Sementara itu, terowongan tambang kini telah mencapai kedalaman sekitar 140 meter dari permukaan tanah.

Selain pembangunan terowongan, fasilitas shaft ventilasi udara pertama juga telah rampung. Adapun pembangunan fasilitas shaft ventilasi kedua masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada semester pertama 2027.

Pengembangan tambang bawah tanah tersebut dilakukan melalui anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM). CPM ditargetkan mulai menambang bijih berkadar tinggi dengan kadar emas di atas 3,2 gram per ton (g/t) dari tambang bawah tanah pada pertengahan 2027.

Di saat yang sama, BRMS juga tengah meningkatkan kapasitas pengolahan pabrik emas. Kapasitas pabrik yang saat ini berada di level 500 ton bijih per hari ditargetkan meningkat menjadi 2 ribu ton bijih per hari dan diharapkan rampung pada awal 2027.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer BRMS Agus Projosasmito mengatakan perseroan cukup puas dengan perkembangan kegiatan operasional yang berjalan. Menurut dia, BRMS tetap optimistis terhadap fundamental perusahaan di tengah berbagai faktor makro dan eksternal yang dapat memengaruhi harga serta permintaan emas di pasar domestik.

“Kami cukup puas dengan kemajuan operasional kami. Terlepas dari faktor-faktor makro dan eksternal yang dapat mempengaruhi harga dan permintaan emas di pasar domestik, kami tetap percaya terhadap fundamental BRMS yang kuat,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Ia menambahkan, kegiatan pushback di area Poboya, Palu, telah berhasil diselesaikan pada Juli 2026. Dengan rampungnya kegiatan tersebut, produksi emas dari tambang terbuka BRMS diharapkan meningkat pada paruh kedua 2026.

“Operasi pushback di Poboya, Palu sudah berhasil diselesaikan di bulan Juli lalu. Oleh karenanya produksi emas dari tambang terbuka kami diharapkan akan meningkat di 2H 2026,” katanya.

Eksplorasi Tembaga Gorontalo Diperkuat

Selain mengembangkan tambang emas di Palu, BRMS terus memperluas basis sumber daya mineral melalui kegiatan eksplorasi tembaga di Gorontalo, Sulawesi.

Anak usaha BRMS, PT Gorontalo Minerals (GM), saat ini mengoperasikan empat unit alat pengeboran eksplorasi di lokasi tambang Cabang Kiri East, Gorontalo. Aktivitas pengeboran tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat potensi sumber daya tembaga di wilayah tersebut.

Pada 2027, GM berencana meningkatkan jumlah alat pengeboran menjadi tujuh unit yang akan ditempatkan di tiga lokasi tambang di Gorontalo.

BRMS menargetkan hasil kegiatan pengeboran tersebut dapat disampaikan dalam bentuk sumber daya mineral tembaga pada semester pertama 2027.

Agus mengatakan pengembangan tambang bawah tanah dan peningkatan kapasitas pabrik emas akan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan produksi perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

“Selanjutnya, pabrik emas baru dengan kapasitas 2.000 ton per hari, dan penambangan bijih berkadar tinggi dari lokasi tambang emas bawah tanah kami, akan memungkinkan kami untuk dapat terus meningkatkan produksi emas di tahun 2027 dan 2028,” katanya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update