Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

KPP DEM Ingatkan Media Massa Bersiap Hadapi Tahapan Awal Pemilu 2029 Mulai Juni 2027

✍️ Admin 🕒 09 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) menggelar diskusi publik bertajuk "Memahami Pemilu Lebih Dalam” di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) menggelar diskusi publik bertajuk "Memahami Pemilu Lebih Dalam” di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Dokumentasi pribadi

VISIONESIA.COM - Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mengingatkan media massa agar segera mempersiapkan diri sebagai pilar demokrasi menyongsong Pemilu 2029.

Ketua KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko memperkirakan tahapan awal Pemilu 2029 sudah berjalan mulai Juni 2027. Hal itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Memahami Pemilu Lebih Dalam” di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

“2029 sudah dekat. Kalau kemudian kita kemarin sudah melewati beberapa kali bentuk pemilu, maka kita sudah harus mulai bersiap,” kata Satryo di Jakarta dikutip Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, pembahasan mengenai kepemiluan perlu terus mengikuti perkembangan regulasi maupun praktik demokrasi yang telah berlangsung dalam sejumlah pemilu sebelumnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi kepemiluan, khususnya bagi jurnalis yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Pewarta perlu memahami regulasi pemilu agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan berimbang,” jelas Wahyu dalam kesempatan yang sama.

Wahyu juga menjelaskan salah satu indikator pemilu yang demokratis adalah prinsip predictable procedures, unpredictable results yakni prosedur yang dapat diprediksi dan dijalankan secara konsisten, sementara hasil pemilu tetap terbuka dan tidak dapat ditentukan sebelumnya.

Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga proses pemilu agar berlangsung secara demokratis, transparan, serta memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta.

“Pemilu bukan hanya soal tahapan, tetapi juga bagaimana aturan dipahami dan dijalankan dengan baik,” imbuh Wahyu.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update