Memasuki Tahun Ke-5, Aggre Capital Targetkan Pertumbuhan Bisnis Hingga Tiga Kali Lipat
VISIONESIA.COM - Perusahaan pembiayaan Aggre Capital memasuki tahun kelima perjalanan bisnis dengan target ekspansi dan pertumbuhan usaha hingga tiga kali lipat. Perusahaan yang memulai operasional dari sebuah kantor kecil dengan satu karyawan tersebut kini berkembang menjadi perusahaan pembiayaan dengan ratusan karyawan dan jaringan kantor di sejumlah kota strategis di Indonesia.
Memasuki usia empat tahun, Aggre Capital telah memperluas jangkauan bisnisnya melalui pembukaan kantor cabang di sejumlah wilayah, termasuk Bandung, Bali, dan Surabaya. Hingga kuartal III 2026, perusahaan terus memperkuat penyaluran pembiayaan untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Founder & CEO Aggre Capital, Rian Hidayat, mengatakan perjalanan perusahaan selama empat tahun terakhir merupakan proses panjang yang dibangun dari keyakinan bahwa akses pembiayaan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang.
“Empat tahun lalu, kami memulai semuanya dari kantor kecil dengan satu orang karyawan. Banyak hal yang kami pelajari dan lalui untuk bisa sampai di titik ini. Kami bersyukur Aggre Capital terus bertumbuh, tetapi kami juga sadar masih banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan agar bisnisnya bisa berkembang. Itu yang ingin terus kami upayakan ke depan,” ujar Rian.
Menurutnya, pertumbuhan perusahaan tidak semata-mata diukur dari peningkatan skala bisnis, jumlah karyawan, maupun luas jaringan operasional. Lebih dari itu, keberhasilan perusahaan juga ditentukan oleh seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan akses pendanaan.
Bagi pelaku UMKM, pembiayaan memiliki peran penting untuk menjaga keberlangsungan sekaligus memperluas usaha. Tambahan modal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan persediaan barang, memperbarui peralatan produksi, hingga mengambil peluang bisnis baru. Namun, akses terhadap pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha.
Di sisi lain, lembaga pembiayaan juga membutuhkan informasi yang memadai untuk menilai kelayakan calon debitur. Proses analisis dan verifikasi diperlukan agar profil serta kemampuan finansial calon penerima pembiayaan dapat dipahami secara lebih menyeluruh.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Aggre Capital mengembangkan TrustEngine, teknologi proprietary berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini dirancang untuk mendukung proses analisis, verifikasi, serta penilaian informasi calon debitur.
Pengembangan TrustEngine menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun infrastruktur penilaian pembiayaan yang lebih terintegrasi. Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Aggre Capital berupaya mempertemukan kebutuhan pendanaan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan institusional secara lebih efektif.
Ke depan, Aggre Capital akan terus memperluas ekosistem bisnis melalui pengembangan layanan, penguatan kemitraan strategis, serta optimalisasi teknologi. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Dengan memasuki tahun kelima operasional, Aggre Capital menargetkan pertumbuhan bisnis hingga tiga kali lipat. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat peran dalam mendukung perkembangan UMKM dan mendorong semakin banyak pelaku usaha Indonesia naik kelas.(dar)
