Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Menko Polkam dan Kepala BNPB Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Sumsel di Tengah Lonjakan Titik Panas

✍️ Admin 🕒 19 Sep 2026 👁️ 9x dibaca
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengecek langsung penanganan Karhutla di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Jumat (18/9/2026)
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengecek langsung penanganan Karhutla di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Jumat (18/9/2026) Foto: Dok BNPB

VISIONESIA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026). Langkah itu dilakukan di tengah masih tingginya aktivitas titik panas.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi penanganan karhutla sekaligus memastikan koordinasi lintas sektor dan operasi pemadaman berjalan di lapangan.

Suharyanto menegaskan, bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada operasi pemadaman, tetapi mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana.

“Personel tidak hanya disiapkan untuk memadamkan api, tetapi digerakkan sejak fase pencegahan, deteksi dini sampai dengan pemulihan pascakebakaran,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan paparan Komandan Operasi Satgas Karhutla Sumsel, Danrem 044/Gapo, per tanggal (17/9/2026) hingga pukul 05.00 WIB tercatat 3.039 hotspot di Sumatera Selatan. Hotspot terbanyak terpantau di Ogan Komering Ilir sebanyak 1.034 titik, Musi Banyuasin 684 titik, Banyuasin 379 titik dan Muara Enim 299 titik. Secara kumulatif, sejak Januari hingga 16 September 2026 terdapat 49.591 hotspot.

Di lapangan, operasi juga terus bergerak. Hasil patroli udara dan tim darat pada 16 September menemukan 63 kejadian karhutla, sehingga total kejadian sejak 1 Januari hingga 16 September 2026 mencapai 3.098 kejadian.

Fokus penanganan saat ini tersebar di lima wilayah, yaitu Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim.

Untuk kejadian pada 16 September, estimasi luas lahan yang terbakar mencapai 531,31 hektare. Satgas darat telah menangani sekitar 214,06 hektare, sedangkan pemadaman melalui helikopter water bombing menjangkau sekitar 30 hektare. Sementara itu, sekitar 287,25 hektare masih belum dapat dipadamkan berdasarkan data saat paparan disusun.

Operasi udara menjadi salah satu bagian penting dalam respons di lapangan. Helikopter digunakan untuk patroli udara, verifikasi hotspot, menentukan titik api prioritas, melakukan water bombing, memantau perkembangan kebakaran hingga mengevaluasi hasil pemadaman. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaksanakan sebagai bagian dari upaya preventif dan penanganan kondisi kekeringan.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update