Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Megapolitan
Megapolitan

Menteri PKP Maruarar Sirait Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Palmerah

✍️ Admin 🕒 12 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar saat meninjau bantuan program bedah rumah di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/10/2026).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar saat meninjau bantuan program bedah rumah di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/10/2026). Foto: Dokumentasi Pribadi

VISIONESIA.COM - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku prihatin atas masih banyaknya warga berpenghasilan rendah di Palmerah, Jakarta Barat, yang menempati hunian tidak layak. Sebagai solusinya, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke kawasan tersebut.

“Hari ini kita menyaksikan potret ini Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, tidak terlalu jauh dari pusat kota, ya, tapi sangat ironis, masih ada orang kerja dengan penghasilan seperti tadi Rp1 juta dengan tiga orang di rumah,” kata Ara disapanya di kawasan Palmerah, Jakarta Barat dikutip Senin (12/10/2026).

Ara didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar meninjau penerima bantuan Program Bedah Rumah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria, berdasarkan kondisi rumah dan keadaan sosial ekonomi penerima.

“Ya, inilah kenyataan bangsa kita, dan saya hadir hari ini bersama Ibu (BPS) sebagai menteri presiden untuk mengeksekusi program bedah rumah secara masif di Jakarta,” ucap Ara.

Pekerja berpenghasilan rendah itu bernama Andri (49). Kondisi rumahnya tergolong memprihatinkan. Sejumlah bagian konstruksi, mulai dari pondasi dan sloof hingga rangka atap, mengalami kerusakan. Dinding rumah retak, atap asbes rusak berat dan bocor saat hujan, bahkan fasilitas sanitasi belum tersedia.

Kondisi serupa dialami Aisah (40), ia tinggal di rumah dengan seluas 33 meter persegi. Perempuan yang sehari-hari mengurus rumah tangga itu memperoleh penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan dari anaknya.

Menurut Aisah, rumahnya mengalami kerusakan pada bagian pondasi, sloof, rangka atap, dan dinding. Atap asbes yang rusak membuat air hujan kerap masuk ke dalam rumah.

“Kalau hujan, di kamar penuh ember karena airnya bocor dari atap. Sekarang kalau rumahnya mau diperbaiki, saya bingung karena harus ngontrak sementara, tetapi saya tidak punya biaya untuk itu,” ucap Aisah dalam kesempatan yang sama.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update