Sabtu, 12 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Pencarian Awak Kapal dan Media di Perairan Anak Krakatau Masuk Hari Ke-5, 2 Life Jacket Ditemukan Bukan Milik KM Arupadatu 1

✍️ Admin 🕒 12 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Tim SAR terus melakukan pencarian jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR terus melakukan pencarian jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Foto: Humas Polda Banten

VISIONESIA.COM - Tim SAR gabungan bersama Polda Banten memperluas radius penyisiran untuk mencari rombongan awak kapal dan jurnalis yang mengalami lost contact di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda. Pada hari kelima operasi, Sabtu (12/9/2026), pencarian difokuskan di sekitar perairan Pulau Sertung.

Penyisiran laut dilakukan menggunakan kapal patroli KP Sanjaya yang bertolak dari Pelabuhan Pelindo Ciwandan. Tim menempuh jarak sekitar 40 mil laut menuju titik koordinat terakhir rombongan dilaporkan hilang, dengan total perjalanan pulang-pergi mencapai 80 mil laut.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyatakan bahwa fokus utama tim gabungan saat ini adalah memantau permukaan perairan dan mengantisipasi keberadaan puing-puing kapal.

“Hari ini kita memasuki pencarian hari kelima dari Pelabuhan Ciwandan menuju Pulau Sertung. Kita memantau secara umum situasi di laut dan berkoordinasi dengan para nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut,” ujar Hengki pada Sabtu (12/9/2026).

Petugas Tak Turun ke Darat demi Keselamatan

Meskipun pencarian diarahkan ke perairan Pulau Sertung, tim SAR memastikan tidak ada personel yang diturunkan ke daratan pulau tersebut. Kebijakan ini diambil mengingat status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III (Siaga).

Sesuai arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), seluruh armada pencarian wajib mematuhi jarak aman minimal 3 kilometer dari kawah aktif.

“Zona tersebut masih berbahaya. Kita harus mematuhi batas radius 3 kilometer yang ditetapkan PVMBG demi keselamatan personel,” tegas Hengki.

Dua Life Jacket yang Ditemukan Bukan Milik KM Arupadatu 1

Dalam kesempatan yang sama, Hengki mengklarifikasi temuan dua rompi pelampung (life jacket) yang didapat tim selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan konfirmasi langsung kepada pemilik kapal, Sandi Wiarsa, seluruh pelampung tersebut dipastikan bukan bagian dari perlengkapan keselamatan KM Arupadatu 1.

“Satu life jacket dan pelampung putih yang ditemukan awal, serta satu life jacket pada hari keempat, sudah dikonfirmasi pemilik kapal. Semuanya bukan milik KM Arupadatu 1,” jelasnya.

Operasi SAR hari kelima ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, POLAIRUD Polda Banten, dan nelayan tradisional. Pembagian sektor pencarian terus dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan faktor cuaca, gelombang laut, dan dinamika informasi di lapangan.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update