Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Megapolitan
Megapolitan

Pramono Anung Kecam Aksi Nyalakan Petasan Dini Hari di Acara Keagamaan Pondok Pinang

✍️ Admin 🕒 06 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kericuhan acara Maulid Nabi di Pondok Pinang Jakarta Selatan akibat petasan yang dinyalakan dini hari, Sabtu (3/10/2026).
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kericuhan acara Maulid Nabi di Pondok Pinang Jakarta Selatan akibat petasan yang dinyalakan dini hari, Sabtu (3/10/2026). Foto: Dokumentasi Pribadi

VISIONESIA.COM - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung mengecam aksi menyalakan petasan pada dini hari saat acara peringatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).

“Karena bagaimanapun tidak elok lah bahwa sudah jam satu malam masih menyembunyikan petasan dan sebagainya,” kata Pramono di lokasi Saringan Sampah, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).

Ia mengaku mendapat laporan dari warga yang terganggu akibat acara keagamaan yang berujung ricuh tersebut. Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk segera turun tangan.

Kejadian itu sempat viral di media sosial Instagram. Kericuhan dipicu oleh penggunaan kembang api bersuara keras yang dinyalakan dalam durasi cukup panjang.

Kembang api dinyalakan sekitar satu jam, sekitar pukul 00.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari, sehingga mengganggu warga yang sedang beristirahat.

Imbas ledakan petasan berjangkauan luas tersebut, sejumlah anak dikabarkan terbangun dan menangis ketakutan. Situasi berlanjut memanas setelah seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) melayangkan protes kepada pihak panitia.

“Masyarakat keluarga ibu itu juga kebetulan telepon saya, itu kan hampir jam setengah satu malam. Kurang lebih jam dua saya membaca itu, kemudian saya meminta kepada jajaran apa Pemprov DKI Jakarta untuk berperan,” ucap Pramono.

Oleh karena itu, ia tidak ingin kejadian serupa terulang dan meminta pemerintah kota membatasi durasi acara keagamaan agar tidak berlangsung hingga larut malam.

“Kebetulan anaknya ibu tadi kan memang sensitif terhadap petasan dan sebagainya begitu. Dan saya minta ini mudah-mudahan tidak terulang kembali,” jelas Pramono.

“Itu kita batasi. Kalau memang jam masih jam sore monggo aja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat,” tambahnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update