Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Rekam Jejak Jenderal Suyudi Ario Seto: Ketegasan Berantas Kejahatan Transnasional Sebelum Menjabat Kapolri

✍️ Admin 🕒 05 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Foto: Istimewa

VISIONESIA.COM - Rekam jejak Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memberantas kejahatan lintas negara tidak perlu diragukan. Sebelum dipercaya memimpin Korps Bhayangkara sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), ketegasannya saat menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sukses mengguncang jaringan narkoba internasional.

Salah satu aksi paling fenomenal adalah saat Suyudi memimpin langsung perburuan dan pemulangan Dewi Astutik alias ‘Mami’, gembong narkoba lintas negara yang paling dicari.

Dari TKW Ponorogo Mengendalikan Bisnis Rp5 Triliun

Dewi Astutik, wanita asal Dusun Sumber Agung, Ponorogo, Jawa Timur, memiliki latar belakang yang mengejutkan. Sempat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di beberapa negara Asia dan menetap di kampung halamannya pada 2009, ia kemudian bertransformasi menjadi aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun.

Jaringannya yang menggurita di tingkat global menjadikan wanita berinisial PA ini target utama BNN.

Kronologi Operasi Senyap Lintas Negara

Perburuan Dewi memasuki babak akhir saat BNN mengendus keberadaannya di Kamboja pada 17 November 2025. Tanpa membuang waktu, Suyudi langsung menerbitkan surat perintah dan menerjunkan tim khusus ke Phnom Penh pada 25 November 2025.

Setibanya di lokasi, tim BNN langsung menggalang sinergi bersama BAIS TNI, KBRI Phnom Penh, dan Kepolisian Kamboja.

Puncaknya terjadi pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 13.39 waktu setempat. Dalam sebuah operasi senyap di lobi hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja, petugas mengepung mobil Toyota Prius dan meringkus Dewi yang sedang bersama seorang pria.

Jemput Langsung sang Buronan

Usai verifikasi fisik dan identifikasi data rampung, Jenderal Suyudi Ario Seto terbang langsung ke Kamboja pada Selasa, 2 Desember 2025 untuk menjemput Dewi dan membawanya pulang ke Indonesia guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keberhasilan menumbangkan gembong kelas kakap ini menjadi bukti nyata kapasitas dan kepemimpinan Jenderal Suyudi: tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan luar biasa, di mana pun mereka bersembunyi.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update