Sabtu, 07 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Sarmuji: Kejahatan Terorganisir di Dunia Digital Bisa Kalahkan Kebaikan yang Tak Terkoordinasi

✍️ Admin 🕒 07 Nov 2026 👁️ 3x dibaca
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji (tengah) memberikan keterangan soal ekosistem digital untuk melawan disinformasi.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji (tengah) memberikan keterangan soal ekosistem digital untuk melawan disinformasi. Foto: Dokumentasi Pribadi

VISIONESIA.COM - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (DPP Golkar) berupaya membangun ekosistem digital yang lebih padu dan melibatkan berbagai elemen, termasuk seluruh kader di akar rumput. Hal itu dilakukan di tengah era disrupsi teknologi agar partai tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan, langkah tersebut bertujuan menyediakan instrumen yang dapat digunakan menyebarkan konten positif, serta mencegah berbagai dampak buruk di ruang digital.

“Supaya kita memiliki instrumen untuk mengabarkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk di dunia digital,” kata Sarmuji di Jakarta dikutip Sabtu (7/11/2026).

Ia mengingatkan, sindikat kejahatan terstruktur berpotensi mengalahkan kebaikan yang bergerak secara tidak terkoordinasi. Kondisi tersebut, menurutnya, turut berlaku di ruang media sosial dan dunia digital.

“Kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Dan ini juga berlaku di media sosial dan di dunia digital,” ucap Sarmuji.

Menurutnya, fenomena post-truth membuat kebenaran sering kali tereduksi semata-mata karena dominasi sistem digital, padahal realitasnya tidak selalu sejalan.

“Kita tahu sekarang, kadang-kadang di era post-truth (pasca-kebenaran) ini, kadang-kadang kebenaran seolah-olah ditentukan oleh kuatnya algoritma saja, padahal kenyatannya tidak begitu,” jelasnya.

Oleh karena itu, kehadiran infrastruktur digital yang menangui seluruh kader partai berlambang pohon beringin tersebut bisa menjadi benteng utama menyebarkan narasi positif sekaligus menangkal disinformasi di ruang digital.

“Ekosistem digital ini kita bentuk untuk menghadirkan terang, menghadirkan cahaya, agar pandangan orang terhadap Indonesia ini menjadi lebih fair, lebih senyatanya,” imbuhnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update