Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Megapolitan
Megapolitan

Sempat Terdengar Ledakan, Kericuhan Massa Aksi di Thamrin Luluh Lantak Disapu Hujan Deras

✍️ Admin 🕒 28 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Kepulan asap membumbung tinggi pascapembakaran road barrier di tengah jalan kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Kepulan asap membumbung tinggi pascapembakaran road barrier di tengah jalan kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Foto: Dokumentasi Pribadi

VISIONESIA.COM - Sebagian massa aksi yang bertahan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, membakar road barrier pada Rabu (28/10/2026) malam. Api sempat berkobar hebat dan menimbulkan kepulan asap tebal di lokasi kejadian.

Sejumlah orang terlihat menyeret road barrier yang biasanya digunakan sebagai pembatas jalan plastik berwarna oranye itu mendekati titik api. Tak berselang lama, terdengar dua kali ledakan.

Kepulan asap semakin membumbung tinggi pada pukul 18.45 WIB. Massa aksi bersorak seakan menikmati kobaran api yang kian membesar di tengah jalan. Situasi baru mereda ketika hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan itu dan memadamkan api.

Polisi melalui pengeras suara mengimbau para peserta aksi untuk segera meninggalkan lokasi, sekaligus menyampaikan apresiasi karena demonstrasi telah berlangsung secara tertib.

“Terima kasih kepada semuanya. Silakan segera pulang ke rumah masing-masing. Semoga diberikan kelancaran,” kata anggota Polri itu di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Sebagian massa aksi lain telah membubarkan diri pada pukul 18.00 WIB. Sebelum pergi, mereka membentangkan spanduk bernada kritik terhadap oligarki. Namun, sebagian lainnya memilih bertahan di lokasi demo.

Demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar diinisiasi aliansi mahasiswa Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar) termasuk BEM UI, buruh, dan petani di kawasan Bundaran HI Jakarta hari ini membawa lima poin tuntutan utama yang diajukan kepada pemerintah.

Pertama, menuntut pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kedua, menuntut penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kepentingan politik berkedok program populis. Ketiga, menuntut penurunan biaya pendidikan dan akses layanan dasar.

Tuntutan keempat, hentikan penyalahgunaan kekuasaan dan berantas KKN. Kelima, menuntut pengembalian kebebasan sipil, pengadilan bagi pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM), serta penghentian militerisasi di ruang sipil.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update