Minggu, 23 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

BNPB Siapkan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Akibat Gempa NTT M7,7, Segini Besarannya

✍️ Admin 🕒 23 Aug 2026 👁️ 2x dibaca
Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (20/8/2026).
Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok BNPB

VISIONESIA.COM - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya menyisakan duka, tetapi juga kerusakan pada rumah-rumah warga. Untuk membantu masyarakat bangkit, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menyiapkan skema bantuan dana stimulan dengan nilai Rp15 juta hingga Rp30 juta untuk setiap unit bangunan, bergantung pada tingkat kerusakannya.

Rencana bantuan tersebut belum langsung disalurkan. BNPB masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak dengan melibatkan pemerintah daerah. Setelah data dari lapangan terkumpul, kondisi setiap bangunan akan melalui proses verifikasi teknis sebelum pemerintah menetapkan penerima bantuan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemerintah membedakan besaran bantuan berdasarkan kategori kerusakan rumah. 

"Adapun bantuan rumah rusak rumah sedang dan rusak berat ini dibagi atas dua skema. Rusak sedang ini dan rusak ringan ini akan diberikan dana stimulan untuk rusak sedang Rp 30 juta sedangkan untuk rusak ringan Rp15 juta," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2026).

Skema tersebut membuat penanganan korban tidak disamaratakan. Rumah dengan kerusakan ringan dan sedang akan memperoleh dana stimulan untuk membantu proses perbaikan, sedangkan rumah yang mengalami kerusakan berat akan ditangani melalui pembangunan kembali.

Untuk rumah yang sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki, pemerintah memilih opsi membangun hunian baru. Besaran anggaran pembangunan nantinya tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan disesuaikan dengan standar harga serta ketentuan penganggaran yang berlaku. 

"Sedangkan untuk rumah rusak berat akan dibuat rumah baru yang tentu nanti sesuai dengan anggaran yang ada dan penganggaran yang ada dengan jumlah harga yang sesuai dengan aturan yang ada," terangnya.

Meski skema pemulihan rumah mulai disiapkan, pemerintah masih menempatkan penanganan darurat sebagai prioritas utama pada minggu pertama dan kedua setelah gempa. Pemenuhan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan bagi 150.576 pengungsi menjadi fokus, sementara data kerusakan rumah yang telah diterima dari daerah akan kembali divalidasi sebelum daftar penerima bantuan ditetapkan.

Di tengah proses penanganan darurat tersebut, dampak gempa M7,7 masih terus terasa bagi masyarakat NTT. Berdasarkan data terbaru BNPB per Sabtu (22/8/2026), sebanyak 87 orang meninggal dunia, sementara sekitar 150 ribu warga harus mengungsi. Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan besar sekaligus: memastikan kebutuhan para penyintas terpenuhi dan memulai langkah pemulihan bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update