Dari Kalah 0-17 hingga Angkat Trofi: Perjalanan Inspiratif Ketapang Junior FA Juara Liga AAFI Tangerang 4 U13 2026
VISIONESIA.COM - Ada masa ketika Ketapang Junior FA bahkan kesulitan mencetak satu gol. Kekalahan 0-17 dan 0-11 pernah menjadi bagian dari perjalanan tim asal Tangerang tersebut. Kini, cerita itu berubah menjadi kisah kebangkitan setelah Ketapang Junior sukses meraih gelar juara Liga AAFI Tangerang 4 U13 2026.
Trofi tersebut diraih setelah Ketapang Junior menaklukkan Patriot Boys 3-2 dalam final yang berlangsung dramatis, pada Minggu (6/9/2026). Sempat tertinggal dua gol, para pemain mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga memastikan kemenangan.
Perjalanan menuju final pun tidak mudah. Ketapang Junior lebih dulu melewati semifinal kontra Minim Futsal. Dalam pertandingan ketat tersebut, mereka menang tipis 2-1 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.
Kesuksesan itu semakin lengkap lewat sejumlah penghargaan individu. M. Keindra Maulana menjadi top scorer, sementara M. Al Fatih Lastonmi dinobatkan sebagai best player. Sang pelatih Jaka juga memperoleh penghargaan sebagai best coach Liga AAFI Tangerang 4 U13 2026.
Namun, trofi tersebut sesungguhnya hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang Ketapang Junior. Skuad ini telah dibangun sejak para pemain masih berada di kelompok usia U11. Ketika itu, mereka harus mengejar ketertinggalan pengalaman dan pembinaan dari sejumlah tim yang lebih dulu memiliki fondasi kuat.
Salah satu titik terendah terjadi ketika Ketapang Junior kalah telak 0-17. Pada pertandingan berikutnya, mereka kembali takluk 0-11. Bukan hanya kalah, saat itu mereka bahkan belum mampu mencetak gol.
Alih-alih berhenti, hasil tersebut justru menjadi awal dari proses pembentukan karakter. Latihan terus dilakukan, pertandingan dijadikan pengalaman, sementara setiap kekurangan dievaluasi untuk diperbaiki.
Perlahan, hasilnya mulai terlihat. Ketapang Junior mulai mampu bersaing dan meraih kemenangan di berbagai ajang, mulai dari trofeo dan fourfeo hingga kompetisi dengan persaingan yang lebih tinggi.
Perkembangan tersebut berlanjut ketika mereka tampil di Central Futsal League (CFL) U12. Ketapang Junior berhasil menjadi juara tanpa terkalahkan. Mereka juga membawa pulang penghargaan Top Scorer, Best Keeper, dan Best Player.
Tantangan berikutnya hadir di Liga AAFI Tangerang 4 U13 yang berlangsung sekitar enam bulan. Bukan hanya kemampuan teknis yang diuji, tetapi juga mental, disiplin, kerja sama, dan konsistensi para pemain.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang, Kaonang, turut menyoroti ketatnya persaingan dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, Liga AAFI Tangerang 4 bisa menjadi bagian penting dari proses pembinaan futsal usia muda di Kota Tangerang.
“Persaingannya begitu ketat. Semoga melahirkan atlet futsal yang berpotensi untuk Kota Tangerang. Ke depan semoga pesertanya lebih banyak lagi dan kompetisinya semakin sukses,” ujar Kaonang dalam unggahan di akun media sosialnya.
Bagi Ketapang Junior, keberhasilan menjadi juara tidak terlepas dari proses yang dijalani bersama antara pemain, pelatih, dan orang tua. Kesabaran menjadi salah satu kunci untuk membawa tim berkembang dari waktu ke waktu.
“Kami selalu mengajarkan kepada anak-anak bahwa hasil tidak datang secara instan. Mereka pernah mengalami kekalahan 17-0, kemudian 11-0, bahkan belum mampu mencetak gol. Tapi mereka terus berlatih dan terus mau belajar,” ujar Jaka, sang pelatih Ketapang Junior FA.
"Hari ini mereka bisa menjadi juara. Bagi kami, ini adalah bukti bahwa proses pembinaan harus dijalani dengan sabar dan konsisten," sambungnya.
Nilai dari proses tersebut kemudian terlihat di pertandingan final. Saat tertinggal dua gol dari Patriot Boys, Ketapang Junior tetap menjaga kepercayaan diri. Mereka terus menekan, bangkit, dan akhirnya mencetak comeback hingga menang 3-2.
Gelar Liga AAFI Tangerang 4 U13 2026 pun menjadi penutup manis dari perjalanan panjang tersebut. Dari tim yang pernah dibekap 0-17 dan kesulitan mencetak gol, Ketapang Junior kini berhasil berdiri sebagai juara.
Meski demikian, trofi tersebut bukanlah garis akhir. Ketapang Junior FA masih memiliki perjalanan panjang untuk mengembangkan para pemain sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan futsal usia muda.
"Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa dalam pembinaan usia muda, kemenangan bukan hanya tentang hasil akhir. Ada proses, kesabaran, kerja keras, dan keberanian untuk terus bangkit setiap kali jatuh," tambahnya.(dar)
