Kamis, 05 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Dorong Ketahanan dan Transisi Energi, PLN Nusantara Power Gandeng IABA di UP Muara Karang

✍️ Admin 🕒 05 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Peserta kunjungan Indonesian Association of British Alumni ke PLN Nusantara Power UP Muara Karang melihat langsung mobil berbahan bakar hidrogen sebagai bagian dari inovasi PLN NP dalam mendukung pengembangan ekosistem hidrogen yang bukan hanya untuk sektor ketenagalistrikan, tetapi juga untuk mendukung transformasi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Peserta kunjungan Indonesian Association of British Alumni ke PLN Nusantara Power UP Muara Karang melihat langsung mobil berbahan bakar hidrogen sebagai bagian dari inovasi PLN NP dalam mendukung pengembangan ekosistem hidrogen yang bukan hanya untuk sektor ketenagalistrikan, tetapi juga untuk mendukung transformasi transportasi yang lebih ramah lingkungan. Foto: Dokumen PLN NP

VISIONESIA.COM - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Indonesian Association of British Alumni (IABA) ke Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Kunjungan yang diikuti anggota IABA dari berbagai latar belakang profesional ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung peran strategis pembangkit listrik dalam menjaga keandalan pasokan energi, sekaligus mengenal inovasi teknologi PLN Nusantara Power dalam mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

PLTGU Muara Karang merupakan salah satu pembangkit strategis yang menopang pasokan listrik di Jakarta dan sekitarnya, termasuk kawasan VVIP. Pembangkit berbasis gas juga berperan penting dalam menjaga fleksibilitas sistem kelistrikan, terutama ketika produksi energi terbarukan mengalami fluktuasi.

Direktur Management Human Capital & Administration PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti, mengatakan ketahanan energi dan transisi energi harus berjalan beriringan. Menurutnya, transformasi menuju energi bersih tidak hanya membutuhkan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan, tetapi juga kesiapan teknologi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

“Ketahanan energi dan transisi energi merupakan dua agenda yang harus berjalan beriringan. Masa depan energi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas pembangkit energi bersih yang berhasil dibangun, tetapi juga oleh kemampuan kita menjaga keandalan sistem, mengembangkan inovasi, dan menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah inovasi unggulan PLN Nusantara Power di UP Muara Karang, salah satunya Green Hydrogen Plant (GHP), fasilitas pionir pengembangan hidrogen hijau di lingkungan pembangkitan PLN. Fasilitas ini memproduksi hidrogen dengan memanfaatkan energi terbarukan dan membuka peluang pemanfaatannya sebagai energi alternatif rendah karbon.

Peserta juga melihat mobil berbahan bakar hidrogen yang menggambarkan potensi pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi. Selain itu, PLN NP memperkenalkan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU) berbasis mikroalga yang mengeksplorasi potensi penyerapan karbon untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

Inovasi keberlanjutan lainnya ditunjukkan melalui penerapan efisiensi energi pada gedung administrasi ramah lingkungan serta pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan pendekatan PLN NP dalam mendukung transisi energi, mulai dari pengembangan teknologi rendah karbon hingga optimalisasi aset dan operasional perusahaan.

Rangkaian kegiatan yang meliputi presentasi korporasi, sharing session, site tour, dan diskusi interaktif turut membahas tantangan ketahanan energi, strategi dekarbonisasi, serta pengelolaan sistem ketenagalistrikan di tengah perubahan lanskap energi global.

Kehadiran peserta dari kalangan pemerintah, praktisi, akademisi, dan entrepreneur menjadikan kunjungan ini sebagai ruang pertukaran gagasan lintas disiplin. Bagi IABA, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring alumni universitas di Britania Raya, mempererat hubungan Indonesia–Britania Raya, serta mendorong kontribusi nyata anggotanya bagi pembangunan nasional.

Ari menegaskan, pengembangan teknologi energi masa depan perlu diimbangi dengan investasi pada kualitas sumber daya manusia agar inovasi dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Teknologi dapat menjadi katalis perubahan, tetapi manusialah yang memastikan perubahan itu memberikan manfaat nyata. Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai pertukaran wawasan, tetapi berkembang menjadi jejaring kolaborasi yang dapat melahirkan peluang dan solusi bagi ketahanan energi serta percepatan transisi energi Indonesia,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus memperkuat perannya dalam ekosistem inovasi dan kolaborasi guna mewujudkan masa depan energi Indonesia yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update