Duka NTT Kian Mendalam: Korban Jiwa Gempa M 7,7 Capai 83 Orang, 4 Kabupaten Flores Terdampak
VISIONESIA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 83 orang. Data itu tercatat hingga Jumat (21/8/2026) sore.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan mengatakan, jumlah korban meninggal pascagempa magnitudo 7,7 melanda NTT bertambah delapan orang.
"Pada hari ini, pada pukul 16.00 WIB pada 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa. Yang semula yang kemarin kami sampaikan 75 jiwa," kata Berton secara daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Ia mengatakan, pembaruan korban meninggal dunia itu berasal dari empat kabupaten di Pulau Flores. Di samping itu, pemerintah kembali menyampaikan dukacita mendalam kepada seluruh korban bencana tersebut.
"Dengan rincian bahwa yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa di mana ada di Kabupaten Manggarai ada dua, Kabupaten Manggarai Timur ada dua, Kabupaten Nagekeo ada tiga, dan Kabupaten Ngada ada aatu," ujar Berton.
Pemerintah pusat dan daerah mengerahkan ribuan personel gabungan, alat berat, serta puluhan ton logistik untuk mempercepat evakuasi korban, membuka akses jalan Trans Flores yang sempat tertutup, dan mendirikan fasilitas kesehatan darurat pascagempa bumi 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada, Sabtu (15/8/2026).
Bahkan, BNPB bersama BPBD di kabupaten terdampak terus mendistribusikan logistik bantuan kepada para korban. Di wilayah NTT, pos pendukung logistik dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere.
Pemerintah juga membangun Rumah Sakit Lapangan di area terdampak seperti Ruteng (Manggarai), serta mengoperasikan kapal TNI AD seperti Kapal ADRI 92 yang membawa tenaga medis untuk pelayanan kesehatan darurat terapung.(dar)
