Sabtu, 22 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Jokowi Dikabarkan Bersiap Ambil Alih Kursi Ketua Umum PSI, Budi Arie Disiapkan Jadi Sekjen

✍️ Admin 🕒 21 Aug 2026 👁️ 1x dibaca
Presiden ke-7 RI Joko Widodo diajak foto bersama oleh kader PSI usai Rakorda PSI Kota Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026).
Presiden ke-7 RI Joko Widodo diajak foto bersama oleh kader PSI usai Rakorda PSI Kota Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026). Foto: Dokumen PSI

VISIONESIA.COM - Peta kepemimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut tengah memasuki babak baru. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan bersiap mengambil alih posisi Ketua Umum PSI.

Tak hanya itu, jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkap kabar bahwa mantan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi disiapkan untuk menduduki posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, menggantikan Raja Juli Antoni.

“Saya mendengar kabar bahwa Jokowi sesungguhnya memang dia sudah bersiap untuk menjadi ketua umum,” ujar Hersu -sapaan Hersubeno Arief- dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip pada Jumat (21/8/2026).

Menurut Hersu, Jokowi juga disebut telah menentukan sosok yang diinginkannya untuk mendampingi sebagai Sekjen.

“Dan dia disebut-sebut bahwa ada nama yang dia inginkan menjadi sekretaris jenderal untuk mendampinginya, bukan Raja Juli lagi. Kabarnya orang yang diharapkan oleh Jokowi untuk mendampingi dia sebagai Sekjen itu adalah mantan ketua umum Projo yakni Budi Arie Setiadi ya,” lanjutnya.

Hersu menyebut deklarasi Jokowi sebagai Ketua Umum PSI tinggal menunggu waktu. Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan efek politik lebih kuat dibandingkan jika Jokowi tetap berada di belakang layar sebagai Ketua Dewan Pembina.

“Kalau masih menyerahkan kepada Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, dan Jokowi masih belakang layar sebagai ketua dewan pembina, ini efeknya tidak semenendang gitu kalau dia menjadi ketua umum,” tambahnya.

Kabar tersebut mencuat di tengah target besar PSI menghadapi Pemilu 2029. Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa target partai bukan sekadar lolos ke parlemen, melainkan memenangkan Pemilu 2029.

“Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029,” kata Jokowi dalam Rakorda PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026).

Di hadapan ribuan kader, Jokowi juga menyebut PSI memiliki target besar yang hendak dicapai, meski tidak mengungkapkannya secara rinci.

“Ada target besar yang ingin kita capai, tetapi tidak usah saya sampaikan di sini,” ungkapnya.

Jika kabar tersebut terealisasi, duet Jokowi-Budi Arie berpotensi menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur kepemimpinan PSI menuju pertarungan politik 2029. Namun, hingga kini informasi tersebut masih sebatas kabar yang disampaikan berdasarkan informasi yang didengar dan belum menjadi keputusan resmi PSI.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update