Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
VISIONESIA.COM - Gunung Anak Krakatau terpantau masih mengalami erupsi hingga Selasa (8/9/2026) pagi. Hal tersebut terrekam dalam aplikasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Magma Indonesia.
"Dua kali gempa letusan atau erupsi," tulis laman resmi Magma Indonesia Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Dalam periode pengamatan tersebut, Gunung Anak Krakatau mengalami puluhan kali kegempaan yang terdiri dari 15 kali gempa berfrekuensi rendah, 11 kali gempa fase banyak, serta satu kali gempa Tremor Menerus.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah utara dan barat laut, serta suhu udara berkisar 25,9–26,3 °C dan kelembapan 81–84 persen.
"Terekam Gempa Letusan, namun secara visual tinggi letusan dan warna abu tidak teramati," ujarnya.
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami rangkaian erupsi beruntun yang meningkat signifikan sejak 4 September 2026 malam hingga 6 September 2026 dini hari yang menyebabkan sebaran abu vulkanik meluas ke wilayah Sumatera dan Jawa.(dar)
