Minggu, 08 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Internasional
Internasional

Hindari Eskalasi Konflik, Menlu Iran Abbas Araghchi Gelar Diplomasi Marathon dengan 12 Negara

✍️ Admin 🕒 08 Nov 2026 👁️ 3x dibaca
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Dok IRNA

VISIONESIA.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar maraton diplomasi dengan 12 menteri luar negeri selama dua hari terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik militer dengan Amerika Serikat.

“Dalam 48 jam terakhir, dalam percakapan telepon terpisah dengan 12 kontak saya dari Oman, Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, Siprus, Turki, Kuwait, UAE, Tunisia, Irak, dan Pakistan,” kata Abbas Araghchi melalui akun Instagram pribadinya @araghci, Sabtu (7/11/2026).

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya menelaah perkembangan situasi di kawasan dan global beserta risiko dari langkah-langkah memancing konflik yang diambil oleh pemerintah AS dan Israel.

“kami membahas perkembangan regional dan internasional terbaru serta konsekuensi dari tindakan provokatif pemerintah AS dan Zionis,” ujar Abbas Araghchi.

Dalam diplomasi tersebut, ia menjelaskan prinsip-persipan Republik Islam Iran dan menekankan kebutuhan untuk menghormati kedaulatan negara.

“Menghentikan agresi dan ancaman, menghindari intervensi destruktif asing, dan tanggung jawab negara-negara regional untuk mencegah penyebaran ketidakamanan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan hak sah negaranya untuk membela kedaulatan serta keamanan nasional. “Kebutuhan untuk membentuk tata kelola keamanan regional tanpa campur tangan dari kekuatan-kuasa benua,” imbuhnya.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran belum mereda, ketegangan justru memuncak seiring dengan dinamika politik domestik AS dan hasil pemilu paruh waktu (sela).(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update