Jalan Licin Pasar Induk Mematikan, Pramono Anung Turun Tangan Evaluasi Pasar Jaya
VISIONESIA.COM - Tragedi yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Raya Bogor, kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Direktur Utama PD Pasar Jaya untuk segera menangani kondisi jalan yang licin di kawasan tersebut.
Menurut Pramono, kondisi jalan yang licin akibat aktivitas pedagang di sekitar pasar tidak boleh dibiarkan karena berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Yang pertama sudah dilakukan koordinasi dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Dirut Pasar Jaya. Sudah diminta untuk pedagang yang berada di luar area pasar yang bisa mengganggu lalu lintas karena airnya membuat licin dan sebagainya, segera diminta untuk masuk ke dalam,” kata Pramono kepada awak media di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Ia mengatakan penertiban terhadap pedagang yang beraktivitas di luar area pasar akan dikoordinasikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim).
Pramono menegaskan, persoalan jalan licin harus segera ditangani. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Dan dilakukan penertiban, untuk itu dikoordinasikan oleh Wali Kota Jakarta Timur,” ujarnya.
Pemprov DKI, kata Pramono, juga meminta PD Pasar Jaya ikut bertanggung jawab menangani persoalan tersebut lantaran lokasi kejadian berada di kawasan pasar yang dikelola perusahaan daerah tersebut.
“Tetapi kemudian karena ini areanya area Pasar Jaya, saya sudah minta kepada Dirut Pasar Jaya juga ikut terlibat dalam hal ini. Karena bagaimanapun ini enggak boleh terulang kembali,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono setelah kecelakaan maut yang menewaskan pelajar berinisial HH, 18, siswa MAN 6 Jakarta Timur, pada Senin (17/8/2026) pagi.
HH meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya tergelincir di Jalan Raya Bogor, tepat di depan Pasar Induk Kramat Jati. Korban kemudian terjatuh ke badan jalan dan terlindas dump truk yang melintas di lokasi.
Saat kejadian, HH diketahui mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 3122 SDL dari arah utara menuju selatan. Korban mengenakan seragam sekolah.
Kanit Gakkum Satlantas Wilayah Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta mengatakan, korban diduga kehilangan kendali setelah melaju di jalan yang licin.
“Korban yang terjatuh ke sebelah kanan langsung disambar dump truk B 9728 TOQ dengan pengemudi AS,” kata Darwis saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/8/2026).
Darwis menjelaskan, kondisi jalan yang licin diduga berkaitan dengan tumpahan air dari aktivitas pedagang ikan yang berada di pinggir jalan. Setelah korban terjatuh, roda kiri dump truk tersebut melindas kepala HH. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian yang menerima laporan kecelakaan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menangani kasus tersebut.
Kini, selain penanganan aspek hukum kecelakaan, Pemprov DKI Jakarta mendorong adanya pembenahan di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Penertiban aktivitas pedagang di luar area pasar serta keterlibatan PD Pasar Jaya diharapkan dapat mencegah kondisi serupa kembali terjadi.(dar)
