Kepala BNPB Minta Warga NTT Waspadai Gempa Susulan Hingga 3 Minggu Ke Depan
VISIONESIA.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengimbau warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap waspada dan memantau informasi resmi BMKG, menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Suharyanto menjelaskan bahwa gempa susulan masih dapat terjadi setelah gempa utama. Namun, berdasarkan hasil pemantauan BMKG, gempa susulan cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama.
Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami situasi secara lebih proporsional, sehingga tetap waspada tanpa diliputi ketakutan yang berlebihan.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi," kata Suharyanto dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
"Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama (red: tidak sebesar magnitudo 7,7). Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Menurutnya, kewaspadaan tetap menjadi hal utama, terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Pilihan untuk sementara tinggal di tenda di sekitar rumah dapat dilakukan apabila kondisi rumah belum dipastikan aman.
“Kalau rumahnya rusak cukup parah, jangan masuk dulu. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Tetapi bagi rumah yang aman dan sudah diperiksa, masyarakat tidak perlu takut secara berlebihan," ujar Suharyanto.
BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan setiap getaran kecil sebagai alasan untuk panik. Sebaliknya, setiap getaran harus disikapi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang benar, seperti melindungi diri, menjauh dari bangunan yang berisiko, serta mengikuti prosedur keselamatan.(dar)
