Keracunan Makan Bergizi Gratis Tembus 43 Ribu Korban, JPPI Desak Usut Tuntas Penyedia
VISIONESIA.COM - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti maraknya kembali kasus keracunan program makan bergizi gratis (MBG) pasca-libur sekolah. Kasus terbaru dilaporkan terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut catatan JPPI, total korban keracunan MBG sejak 2025 telah mencapai 43.838 orang jika diakumulasikan sejak tahun 2025 yang tersebar di 36 provinsi. Pada Agustus 2026 saja, angka keracunan tercatat sebanyak 3.079 orang.
Sepanjang tahun 2026, Januari hingga akhir Agustus, tercatat sebanyak 15.735 korban keracunan MBG. Ribuan korban keracunan berjatuhan tiap bulan, tapi belum ada satupun pihak penyedia MBG yang diproses hukum.
“Ini sudah menjadi alarm nasional. Puluhan ribu orang menjadi korban sejak MBG berjalan, dan setiap bulan korban baru terus berjatuhan," kata Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh sekadar memperlakukan para korban keracunan MBG sebagai deretan data belaka. Pasalnya, di balik lonjakan data tersebut terdapat para korban menderita sakit dan keluarga yang cemas
"Pemerintah tidak bisa terus memperlakukan korban sebagai angka-angka statistik. Di balik setiap angka ada anak yang sakit, keluarga yang panik, dan kegagalan negara menjamin makanan yang aman,” ujar Ubaid Matraji.
Dari kasus keracunan MBG selama Agustus 2026, 65 persen kasus terjadi di Pulau Jawa. Jawa Tengah sendiri menyumbang 35 persen seluruh kejadian yang tercatat. Tren ini juga terjadi di bulan-bulan sebelumnya.
"Konsentrasi kasus tidak hanya berkaitan dengan jumlah penerima MBG yang besar, tetapi juga mengindikasikan bahwa pelayanan harus diimbangi kapasitas pengawasan yang proporsional. Jadi, belum ada pergeseran prioritas penerima manfaat MBG di luar jawa dan daerah 3T hingga kini," kritik Ubaid.(dan)
