Senin, 14 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Menag sebut MTQ Nasional XXXI Perkuat Persatuan dan Keberagaman Nusantara

✍️ Admin 🕒 13 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag

VISIONESIA.COM - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI memiliki makna sosial dan kebangsaan yang sangat besar.

“Kafilah dari berbagai penjuru Nusantara datang dengan bahasa, budaya, dan tradisi beragam. Mereka bertemu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan,” ujar Nasaruddin dalam keterangan, Minggu (13/9/2026).

Ia menerangkan, MTQ XXXI menghadirkan pesan inklusivitas melalui cabang ekshibisi Al-Qur'an bagi para penyandang disabilitas sensorik tuli dan pemanfaatan mushaf Al-Qur'an isyarat. “Ini menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk bagi semua, tidak boleh ada seseorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Al-Qur'an karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” terangnya.

Nasaruddin menyebut MTQ sebagai pesta rakyat yang paling besar di seluruh Indonesia. Dia berharap, MTQ mampu menjadi momentum untuk menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan keteladanan. 

Pasalnya, lanjut Nasaruddin, Al-Qur'an diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya. Al-Qur'an membumi untuk melangitkan kembali manusia. "Al-Qur'an datang sebagai undangan sekaligus tiket untuk kembali ke kampung halaman rohani kita di masa akan datang," ungkapnya.

Nilai-nilai Al-Qur’an, dikatakan Nasaruddin, perlu hadir dalam berbagai ruang kehidupan. Dalam keluarga, nilai tersebut antara lain tercermin melalui kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan sikap saling menghormati. 

"Dalam lingkungan kerja, nilai Qurani dapat diwujudkan melalui amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil," jelasnya.

Ia mengingatkan agar kedekatan dengan Al-Qur’an tercermin dalam integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan kewenangan. Ia menekankan pentingnya menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Di tengah masyarakat, lanjutnya, nilai Al-Qur’an juga dapat diwujudkan melalui sikap saling mengenal, saling menolong dalam kebaikan, serta memeriksa informasi sebelum menyebarkannya. Sikap tersebut, menurutnya, penting untuk mencegah fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan tindakan yang dapat merusak kehormatan serta persaudaraan.

Sementara dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Nasaruddin menekankan pentingnya keadilan, persatuan, perlindungan terhadap kelompok yang lemah, penghormatan terhadap kemajemukan, dan kepentingan bersama. 

“Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur’an, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia,” katanya.

“Mari kita jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk berhijrah. Semoga Allah SWT meridai seluruh ikhtiar kita dan menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya yang menuntun bangsa Indonesia menuju kehidupan yang rukun, maju, adil sejahtera, dan berkeadaban,” ajak Menag.

Untuk mendukung pelaksanaan kompetisi, Nasaruddin telah mengukuhkan tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim. Kepada dewan hakim dan perangkat penyelenggara, ia berpesan agar menjaga marwah MTQ melalui penilaian yang objektif, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"MTQ akan digelar setiap tahun. Selama ini, MTQ berlangsung dua tahun sekali, karena bergantian dengan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ). Kami sampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian, bahwa kita tidak mengadakan lagi STQ," katanya. 

Diketahui, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI dibuka oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Prosesi pembukaan berlangsung di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, ditandai dengan pemukulan bedug.

Hadir pada MTQ Nasional yang digelar di Semarang di antaranya: Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, para gubernur, wakil gubernur, serta para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dari berbagai daerah di Indonesia.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update