Pramono Anung Klaim Penduduk Miskin di DKI Jakarta Turun 6.500 Orang pada Maret 2026
VISIONESIA.COM - Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Pramono Anung mengklaim jumlah penduduk miskin di Jakarta mengalami penurunan signifikan pada Maret 2026. Capaian tersebut berdasarkan indikator kesejahteraan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
“Jumlah penduduk miskin di Jakarta yang mengalami penurunan cukup signifikan. Kurang lebih 6.500 orang,” kata Pramono di Jakarta dikutip Sabtu (7/11/2026).
Angka tersebut mencakup kelompok masyarakat miskin ekstrem yang jumlahnya terbilang besar. Sementara itu, Indeks Pembangunan Nasional turut naik ke angka 85,88 dibanding capaian periode sebelumnya di angka 85,05.
“Indikator kesejahteraan menunjukkan juga perbaikan dan itu terlihat dari penurunan, yang cukup signifikan karena di Jakarta itu untuk bisa turun sampai dengan kelompok miskin ekstrem 6.500 (orang),” ujar Pramono.
Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mengalami penurunan dibandingkan dengan periode perhitungan sebelumnya, yaitu pada September 2025. Terdapat 432,62 ribu penduduk miskin di DKI Jakarta pada Maret 2026, sedangkan pada September 2025 jumlahnya adalah 439,12 ribu penduduk.
Secara persentase, jumlah penduduk miskin adalah 3,96 persen dari total penduduk, menurun 0,07 persen dibandingkan dengan September 2025, dan menurun 0,32 persen dibandingkan dengan Maret 2025 atau secara year-on-year.
Garis kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp925.525 per kapita per bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan (GKM) sebesar 69,53 persen dan sumbangan komoditas bukan makanan 30,47 persen terhadap angka garis kemiskinan.
Angka garis kemiskinan di ibu kota juga alami peningkatan baik dibandingkan dengan September 2025 dari semula Rp897.768 per kapita per bulan atau naik Rp27.757,00.(dar)
