Selasa, 03 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Revitalisasi 401 Sekolah di Bali, Mendikdasmen: Tingkatkan Kualitas Fasilitas dan Serap Tenaga Kerja

✍️ Admin 🕒 04 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat meninjau revitalisasi sekolah di Bali.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat meninjau revitalisasi sekolah di Bali. Foto: Dok Kemendikdasmen

VISIONESIA.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut program revitalisasi satuan pendidikan di Bali tidak hanya memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam keterangan, Sabtu (3/10/2026). Dia menyebut jumlah sekolah yang memperoleh program revitalisasi tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 terdapat 188 sekolah, kemudian pada 2026 ada peningkatan yang sangat signifikan untuk revitalisasi di Provinsi Bali. Untuk satuan pendidikan secara keseluruhan ada 401 sekolah,” kata Mu’ti.

Menurut dia, revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan agar proses belajar mengajar berlangsung di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Namun, program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik sekolah. Aktivitas revitalisasi juga membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Ini menunjukkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” ujar Mu’ti.

Dampak revitalisasi itu kini dirasakan langsung oleh sejumlah sekolah di Bali. Salah satunya SD Negeri 15 Dangin Puri, Kota Denpasar. Guru SDN 15 Dangin Puri Ni Gusti Ayu Trisna Dewi mengatakan sekolah tempatnya mengajar sejak 2019 tersebut baru memperoleh program revitalisasi pada 2026.

Sebelum diperbaiki, menurutnya, kondisi bangunan sekolah sempat mengalami kerusakan cukup serius. Bahkan, salah satu ruang kelas di lantai tiga pernah roboh akibat kondisi bangunan yang terdampak hujan dan angin.

“Di lantai 3 ada kelas yang roboh. Kebetulan mungkin hujan angin, jadi mungkin rembes dari atas, jadi roboh kelasnya,” ungkap Trisna.

Setelah direvitalisasi, kondisi ruang kelas berubah. Ruangan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini lebih tertata, bersih dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Setelah direvitalisasi, kelas yang roboh akhirnya sudah baik. Jadi kelas-kelas juga lebih rapi, lebih bersih juga,” katanya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update