Stafsus Mensos Fuji Abdul Rohman Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan Indonesia
VISIONESIA.COM - Staf Khusus Menteri Sosial (Mensos) RI, Fuji Abdul Rohman, mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan Indonesia melalui penanaman nilai kebangsaan, pengembangan intelektualisme, dan kolaborasi lintas sektor.
Pesan tersebut disampaikan Fuji saat mendampingi Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, dalam agenda diskusi di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bertukar pandangan mengenai kepemimpinan, pembangunan, hingga berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia. Fuji menegaskan, nilai kebangsaan yang diajarkan dalam Persyarikatan Muhammadiyah harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Kepentingan bangsa dan negara, kata dia, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan dalam Persyarikatan Muhammadiyah menuntun kita untuk mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, menjaga Indonesia, serta memperkokoh Persatuan Indonesia,” ujar Fuji.
Dia juga menilai, intelektualisme menjadi modal penting dalam mencetak pemimpin muda yang berkualitas. Pemuda tidak cukup hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, memahami persoalan masyarakat, serta menghadirkan solusi.
Selain itu, Fuji mendorong penguatan komunikasi dan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi dinilai penting agar kebijakan dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan publik.
Menurutnya, kiprah pemuda harus melampaui kepentingan organisasi. Pengabdian yang dilakukan generasi muda semestinya memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Semangat tersebut, lanjut Fuji, sejalan dengan nilai Islam berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah dengan mengintegrasikan ajaran agama, kemanusiaan, dan kebangsaan dalam kehidupan sosial.
Fuji berharap pengalaman di pemerintahan dan organisasi dapat menjadi bekal untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat. “Menjaga keutuhan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa melalui dialog terbuka, komitmen, dan kerja bersama,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar menyoroti pentingnya intelektualisme dalam gerakan kepemudaan. Menurutnya, gerakan pemuda harus dibangun dengan kekuatan pemikiran agar memiliki arah, misi, dan tujuan yang jelas.
“Pandangan ini sejalan dengan nilai perjuangan Muhammadiyah yang selama ini menempatkan pendidikan, pengabdian sosial, dan persatuan sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.(dar)
