Sabtu, 22 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Daerah
Daerah

Api Kalsel Belum Jinak, Helikopter Super Puma Hingga Black Hawk Dikerahkan Bombardir Ratusan Ribu Liter Air

✍️ Admin 🕒 22 Aug 2026 👁️ 0x dibaca
Petugas tengah memadamkan kebakaran di hutan.
Petugas tengah memadamkan kebakaran di hutan. Foto: Dok BNPB

VISIONESIA.COM - Karhutla di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum juga jinak. Hingga Jumat (21/8/2026) kemarin, kobaran api terdeteksi di sembilan wilayah dengan total estimasi lahan terbakar mencapai 595 hektare.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 53 titik api tersebar di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan estimasi lahan terbakar paling luas, yakni sekitar 174 hektare. Disusul Tanah Laut 107 hektare, Barito Kuala 96 hektare, dan Tapin 85 hektare.

“Penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara,” kata Berton dalam keterangan, Sabtu (22/8/2026).

Operasi darat melibatkan sekitar 387 personel dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat. Mereka dikerahkan ke sejumlah lokasi yang masih terdapat titik api.

Di Kabupaten Banjar, misalnya, kebakaran melanda Kecamatan Gambut, Beruntung Baru, dan Karang Intan dengan luas sekitar 31,5 hektare. Hingga Jumat, sekitar 7,5 hektare berhasil dipadamkan.

Sementara di Kota Banjarbaru, api membakar sekitar 7 hektare lahan di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Liang Anggang, Landasan Ulin, dan Cempaka. Petugas telah berhasil memadamkan sekitar 3,5 hektare.

“Pemadaman juga dilakukan di Tapin, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Barito Kuala,” ungkapnya.

Tak hanya mengandalkan pasukan darat, dikatakan dia, BNPB juga mengerahkan kekuatan udara. Sebanyak dua armada patroli udara dan tiga helikopter water bombing disiagakan di Lanud Sjamsudin Noor.

“Patroli menggunakan helikopter Bell 206 dan pesawat Cessna Caravan mencatat 29 titik api dengan estimasi lahan terbakar sekitar 536 hektare,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk operasi water bombing dilakukan menggunakan tiga helikopter. Helikopter Super Puma melakukan 245 kali penjatuhan air dengan total sekitar 980 ribu liter. Helikopter MI8-AMT melakukan 57 kali penjatuhan dengan sekitar 228 ribu liter air. Sedangkan Sikorsky Black Hawk melakukan 82 kali penjatuhan air dengan total sekitar 328 ribu liter.

“Operasi udara diprioritaskan untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, terutama kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan Ring 1 Bandara Sjamsudin Noor Banjarbaru,” ujarnya.

“Sedangkan operasi darat dimaksimalkan untuk menangani kebakaran di area IUP maupun HGU,” imbuhnya.

Namun, menurutnya, upaya menjinakkan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala. Angin kencang membuat api cepat meluas. Selain itu, petugas juga menghadapi akses menuju titik api yang sulit serta keterbatasan sumber air.

“Sejumlah titik api yang berada di kawasan pertambangan dan perkebunan juga tidak mudah dijangkau dengan operasi water bombing,” ucapnya.

Ia mengatakan, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengoptimalkan operasi darat dan udara. Penggunaan helikopter akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, sementara operasi modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan pemantauan potensi pertumbuhan awan hujan bersama BMKG.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update