Sabtu, 22 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Lebih dari Sekadar Bahasa, Mendikdasmen Minta Bahasa Indonesia Mendunia Lewat Festival Handai 2026

✍️ Admin 🕒 22 Aug 2026 👁️ 1x dibaca
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Foto: Dokumentasi Pribadi

VISIONESIA.COM - Bahasa Indonesia mulai memainkan peran yang lebih luas. Tak sekadar menjadi alat komunikasi di dalam negeri, bahasa nasional itu kini didorong menjadi jembatan persahabatan yang menghubungkan Indonesia dengan masyarakat dari berbagai penjuru dunia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, bahasa Indonesia memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarnegara. 

Menurut Abdul Mu’ti, berakhirnya Festival Handai Indonesia 2026 dan program kelas bahasa Indonesia bagi penutur asing bukan berarti hubungan yang sudah terbangun ikut selesai. Sebaliknya, para peserta dan alumni diharapkan terus membawa semangat persahabatan itu ke negara masing-masing.

“Festival Handai Indonesia 2026 telah selesai dan para peserta terbaik telah terpilih. Kelas bahasa Indonesia bagi diplomat yang berlangsung sepanjang 2025-2026 juga telah ditutup. Namun, persahabatan antarbangsa ini tidak selesai sampai di sini,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan, Sabtu (22/8/2026).

Ia memberikan empat pesan kepada para Handai Indonesia agar bahasa Indonesia tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi terus digunakan dan diperkenalkan di berbagai negara.

Pesan pertama, Abdul Mu’ti meminta jaringan persahabatan para peserta tetap dijaga meski mereka telah kembali ke negara asal. Menurut dia, jarak antarnegara tidak semestinya memutus hubungan yang telah terjalin melalui bahasa.

“Jangan biarkan jarak memisahkan, karena bahasa Indonesia telah menjadi jembatan yang menghubungkan kita,” katanya.

Kedua, para peserta diminta membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan. Penggunaan bahasa secara konsisten dinilai akan memperkuat pemahaman sekaligus kecintaan terhadap Indonesia.

“Gunakan bahasa Indonesia dalam setiap kesempatan, resmi maupun tidak resmi, sekecil apa pun kesempatan itu. Semakin sering saudara mendengarkan dan menggunakan bahasa Indonesia, semakin dalam kecintaan saudara terhadap Indonesia,” tutur Mu’ti.

Lebih jauh, ia berharap penggunaan bahasa Indonesia di luar negeri juga menjadi pintu masuk untuk mengenalkan budaya Indonesia. Dengan begitu, pembelajaran bahasa tidak berhenti pada kemampuan berbicara, tetapi berkembang menjadi sarana diplomasi budaya.

Pesan ketiga, pemerintah mendorong pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing diperluas di negara dan lembaga tempat para peserta berada. Bahasa Indonesia, kata Abdul Mu’ti, bisa dikembangkan sebagai mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga hobi.

“Jadikan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran, sebagai kegiatan ekstrakurikuler, atau sekadar sebagai hobi yang menyenangkan. Kami siap mendukung dan membantu,” tegasnya.

Sementara pesan keempat, para Handai Indonesia diharapkan menjadi penghubung budaya antara Indonesia dengan negara asal mereka. Mereka bukan hanya membawa cerita tentang Indonesia ke luar negeri, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal budaya negara lain.

“Semoga saudara-saudara menjadi pendukung hubungan dua arah, membawa Indonesia ke negeri saudara sekaligus memperkenalkan keindahan negeri saudara kepada kami,” ucapnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, persahabatan antarbangsa tidak boleh dibangun dengan semangat satu pihak memperkenalkan budayanya kepada pihak lain. Hubungan yang kuat justru lahir dari sikap saling mengenal, menghargai, memberi, dan menerima.

“Persahabatan sejati adalah persahabatan yang saling memberi dan saling menerima, saling mengenal, serta saling menghargai,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mu’ti juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Festival Handai Indonesia 2026 serta peserta kelas bahasa Indonesia bagi penutur asing, termasuk para diplomat yang mengikuti pembelajaran selama 2025–2026.

Ia secara khusus mengucapkan selamat kepada 10 finalis Festival Handai Indonesia 2026 yang telah berhasil mencapai tahap akhir kompetisi.

“Semoga persahabatan ini terus terjalin dan bahasa Indonesia semakin mendunia,” ujar Mu’ti.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update