Rabu, 02 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Ekonomi & Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Bank Jakarta Salurkan Kredit Massal untuk 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati

✍️ Admin 🕒 02 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo (kiri) menyaksikan Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (1/9/2026).
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo (kiri) menyaksikan Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (1/9/2026). Foto: Dokumen Bank Jakarta

VISIONESIA.COM - Bank Jakarta memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro melalui pelaksanaan Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta sejumlah pemangku kepentingan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembiayaan bagi pelaku usaha mikro di pasar rakyat.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, penyaluran pembiayaan tersebut tidak sekadar berorientasi pada peningkatan kredit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta menghadirkan akses keuangan yang lebih dekat, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan para pedagang.

“Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” ujar Agus.

Menurut dia, Pasar Induk Kramat Jati memiliki potensi pembiayaan yang besar. Hingga saat ini, penyaluran kredit Bank Jakarta di kawasan tersebut telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang.

Potensi tersebut masih terbuka luas mengingat Pasar Induk Kramat Jati memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha dan menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan penting di Jakarta.

Untuk semakin mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat, Bank Jakarta juga terus memperkuat jaringan layanan mikro. Saat ini, perseroan telah memiliki 243 Sentra Mikro yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Agus menegaskan, keberhasilan program pembiayaan tidak semata-mata diukur dari besarnya kredit yang disalurkan. Lebih jauh, pembiayaan harus memberikan dampak nyata terhadap keberlangsungan dan pertumbuhan usaha para penerima manfaat.

“Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” katanya.

Pelaksanaan akad kredit massal tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, dan Bank Jakarta dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, akses pembiayaan diharapkan semakin mudah dijangkau oleh pelaku usaha di pasar rakyat. Pada saat yang sama, dukungan pembiayaan dapat menjadi salah satu penggerak bagi pedagang untuk mengembangkan skala usaha dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika perekonomian Jakarta.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update